Penguatan Literasi Digital Pelajar Bojonegoro Terus Didorong melalui Kolaborasi

  • Bagikan

BOJONEGORO – Penguatan literasi digital di kalangan pelajar terus didorong melalui kolaborasi berbagai pihak. Program Literasi Digital yang dilaksanakan melalui kemitraan antara ExxonMobil Cepu Limited (EMCL) dan Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah menyasar 20 sekolah mitra dengan melibatkan sekitar 600 siswa dan 20 guru.

Kegiatan tersebut berlangsung di Pendopo Malowopati, Kompleks Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, Selasa (22/9/2026).

Program ini menjadi bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat di bidang literasi digital sekaligus membangun kemampuan generasi muda agar mampu memanfaatkan teknologi secara aman, etis, dan produktif.

Ketua Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah, M. Imam Akbar, menyampaikan bahwa program diawali dengan survei di 20 sekolah mitra untuk memperoleh data dasar mengenai kondisi literasi digital para pelajar.

Hasil survei tersebut diharapkan dapat menjadi baseline untuk melihat kondisi sekaligus kebutuhan penguatan literasi digital di Kabupaten Bojonegoro.

“Dari hasil survei, indeks literasi digital dari 20 sekolah mitra mencapai 75,1 dari 100. Data ini menjadi baseline yang dapat digunakan untuk melihat bagaimana penguatan indeks literasi digital di Kabupaten Bojonegoro,” ujarnya.

Selain menghasilkan data, program tersebut juga melahirkan modul literasi digital dan kelompok verifikator. Para guru dari sekolah mitra mendapatkan pelatihan agar mampu menjadi pendamping sekaligus membantu siswa memahami pemanfaatan teknologi secara aman, etis, dan produktif.

Sementara itu, perwakilan ExxonMobil Cepu Limited (EMCL), Wahyu Sadewo, mengatakan bahwa program tersebut berangkat dari keprihatinan terhadap banyaknya hoaks dan konten negatif di ruang digital.

Menurutnya, peningkatan akses internet perlu diikuti dengan peningkatan kemampuan masyarakat dalam memahami, menyaring, serta berinteraksi dengan berbagai informasi yang tersedia di dunia digital.

“Program ini dilakukan di 20 sekolah dengan sekitar 600 siswa. Harapannya, para siswa dapat menjadi champion yang membawa lebih banyak konten positif dan kreativitas di dunia internet,” ujarnya.

EMCL juga menekankan pentingnya keberlanjutan program melalui pendampingan yang lebih luas. Ke depan, pengembangan pendampingan secara peer-to-peer antarsiswa diharapkan dapat memperkuat peran pelajar sebagai penggerak literasi digital di lingkungan sekolah.

Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, dalam sambutannya menekankan pentingnya kemampuan pelajar dalam memilih dan memilah informasi di tengah derasnya arus konten digital.

Menurutnya, penggunaan internet perlu diimbangi dengan karakter, etika, serta kemampuan untuk memastikan kebenaran informasi yang diterima.

“Anak-anak diharapkan bisa memilih dan memilah mana informasi yang baik, tidak hanya mengikuti sesuatu karena kesenangan sesaat,” pesan Nurul Azizah kepada para pelajar.

Ia juga mengajak para guru dan orang tua untuk bersama-sama memberikan pendampingan kepada generasi muda. Pendidikan karakter dan pemanfaatan teknologi secara positif dinilai menjadi bagian penting dalam mempersiapkan generasi emas 2045.

Program Literasi Digital tersebut diharapkan tidak berhenti pada kegiatan pelatihan, tetapi dapat terus berkembang melalui pendampingan dan kolaborasi yang lebih luas.

Penguatan peran siswa sebagai penggerak konten positif juga menjadi salah satu arah pengembangan program ke depan.

Kolaborasi antara pemerintah, dunia pendidikan, dunia usaha, organisasi kepemudaan, guru, orang tua, dan pelajar diharapkan mampu menciptakan ekosistem digital yang sehat serta mendorong lahirnya generasi muda Bojonegoro yang berkarakter, kreatif, produktif, dan beretika dalam memanfaatkan teknologi. (Prokopim)

Penulis: ProkopimEditor: Imam Mahfud
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *