Budaya  

Semangat Perjuangan Membara di Pawai Budaya Kedungadem, 47 Grup SD/MI Tampil Memukau

BOJONEGORO — Terik matahari bukan halangan bagi ratusan pelajar SD/MI di Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, untuk menunjukkan semangat dan kreativitas dalam pawai budaya memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Kamis (27/8/2026).

Mengusung tema “Perjuangan”, sebanyak 47 grup peserta dari berbagai SD/MI se-Kecamatan Kedungadem tampil dalam pawai budaya yang berlangsung meriah. Para peserta berjalan menyusuri rute dari Lapangan Desa Mlidek hingga garis finis di MTs Plus Nabawi Kedungadem.

Sejak pawai dimulai, suasana di sepanjang jalan langsung dipenuhi kemeriahan. Ribuan warga tampak berjejer di pinggir jalan untuk menyaksikan penampilan para pelajar.

Sorak-sorai dan tepuk tangan penonton sesekali terdengar ketika setiap kelompok peserta melintas dengan kostum dan berbagai atribut yang menggambarkan perjuangan para pahlawan.

Di bawah sengatan matahari, para peserta tetap terlihat bersemangat. Ada yang mengenakan pakaian ala pejuang kemerdekaan, membawa bendera Merah Putih, hingga menampilkan berbagai kreasi yang menggambarkan semangat perjuangan dan kecintaan terhadap Tanah Air.

Bagi para pelajar, pawai tersebut bukan sekadar berjalan menyusuri jalan dengan mengenakan kostum. Kegiatan ini menjadi sarana untuk mengenal kembali sejarah perjuangan bangsa sekaligus melatih keberanian tampil di hadapan masyarakat.

Ketua Panitia Umum, Sedana, S.T., mengatakan pemilihan tema “Perjuangan” diharapkan dapat mengingatkan kembali generasi muda terhadap semangat para pahlawan dalam merebut kemerdekaan Indonesia.

“Dengan mengusung tema ‘Perjuangan’, mudah-mudahan kita dan anak-anak bisa mengingat kembali bagaimana semangat perjuangan para pahlawan dalam meraih kemerdekaan yang sudah 81 tahun ini,” ungkapnya.

Sedana juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia, peserta, sekolah, serta masyarakat yang telah ikut menyukseskan kegiatan tersebut.

“Alhamdulillah, kami atas nama Pemerintah Kecamatan Kedungadem mengucapkan banyak terima kasih kepada semua panitia dan para peserta yang telah berpartisipasi dalam kegiatan pawai budaya ini, sehingga dapat terlaksana dengan lancar dan aman,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana Pawai Budaya, Taufik Safaat, menegaskan bahwa mengenang perjuangan para pahlawan merupakan salah satu bentuk penghargaan terhadap jasa mereka.

Menurutnya, semangat tersebut perlu terus ditanamkan kepada generasi muda agar tumbuh rasa cinta terhadap Tanah Air dan kebanggaan sebagai warga negara Indonesia.

“Wujud dari menghargai jasa para pahlawan adalah dengan mengenang perjuangan mereka, agar generasi muda tetap cinta Tanah Air Indonesia dan bangga sebagai warga negara Republik Indonesia serta terus berjuang untuk mencapai tujuan kemerdekaan Republik Indonesia,” tuturnya.

Ia menambahkan, nilai-nilai perjuangan tidak cukup hanya dikenang, tetapi juga perlu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, terutama oleh generasi muda.

“Ini bisa diwujudkan salah satunya melalui pawai budaya Kecamatan Kedungadem yang mengusung tema ‘Perjuangan’,” pungkasnya.

Kemeriahan pawai semakin terasa ketika satu per satu kelompok peserta melewati hadapan masyarakat. Senyum, lambaian tangan, serta semangat anak-anak menjadi pemandangan menarik yang menyedot perhatian sepanjang rute.

Di balik kostum dan penampilan mereka, tersimpan pesan sederhana namun penting: kemerdekaan yang diperjuangkan para pahlawan harus diisi dengan semangat belajar, persatuan, kreativitas, dan kecintaan kepada bangsa.

Pawai budaya Kecamatan Kedungadem pun bukan hanya menjadi tontonan, tetapi juga menjadi ruang bagi anak-anak untuk belajar sejarah dengan cara yang menyenangkan. Dari jalanan desa hingga di hadapan ribuan warga, semangat perjuangan kembali digaungkan oleh generasi penerus bangsa.

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan semangat nasionalisme, persatuan, dan kecintaan terhadap budaya bangsa terus tumbuh di kalangan pelajar. Sebab, perjuangan belum berhenti. Hari ini, perjuangan itu dilanjutkan oleh generasi muda melalui pendidikan, prestasi, dan karya untuk Indonesia.

Penulis: Hadi FatekunEditor: Imam Mahfud