Daerah  

Wabup Bojonegoro Nurul Azizah Sampaikan Capaian Daerah Saat Sholat Idulfitri 1447 H

imamjoss22
FB IMG 1774080401602 copy 802x603

BOJONEGORO – Wakil Bupati (Wabup) Bojonegoro, Nurul Azizah, melaksanakan Sholat Idulfitri 1447 Hijriah di Masjid Agung Darussalam Bojonegoro, Sabtu (21/3/2026). Momentum hari raya ini dimanfaatkan untuk menyampaikan sejumlah capaian kinerja Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bojonegoro kepada masyarakat.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Sekretaris Daerah Edi Susanto, Kepala Dinas PU Bina Marga dan Penataan Ruang Ivan Chusaevi, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Luluk Alifah, Kepala Dinas Kesehatan Ninik Susmiati, serta sejumlah pejabat lainnya.

Dalam sambutannya sebelum pelaksanaan sholat, Nurul Azizah menyampaikan salam dari Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, yang pada saat bersamaan melaksanakan Sholat Idulfitri di Masjid Baabus Shofa.

Ia juga menjelaskan bahwa Masjid Baabus Shofa telah resmi menjadi aset Pemkab Bojonegoro sejak 20 Februari 2026. Sebelumnya, masjid tersebut merupakan milik keluarga AKBP (Purn) Budi Djatmiko, dan telah dihibahkan atas nama Nurul Azizah sejak 23 Maret 2023 sebelum akhirnya diserahkan menjadi aset pemerintah daerah.

“Untuk kemanfaatan yang lebih luas bagi masyarakat, kami serahkan Masjid Baabus Shofa menjadi aset Pemkab Bojonegoro,” ujarnya.

Lebih lanjut, Nurul Azizah memaparkan sejumlah capaian pembangunan selama satu tahun terakhir. Ia mengakui bahwa terjadi penurunan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dari kisaran Rp8 triliun pada 2023–2024 menjadi sekitar Rp6 triliun pada 2026. Namun demikian, berbagai indikator pembangunan tetap menunjukkan tren positif.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, angka kemiskinan di Bojonegoro mengalami penurunan, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat, serta produksi padi naik signifikan dari 710 ribu ton menjadi 844 ribu ton. Selain itu, angka harapan hidup masyarakat juga meningkat dari 73 tahun menjadi 75 tahun.

Di bidang pemerataan pembangunan, Pemkab Bojonegoro terus mendorong peningkatan Bantuan Keuangan Khusus Desa (BKKD) yang kini telah menjangkau lebih dari 400 desa.

Tak hanya itu, Pemkab juga menargetkan sejumlah program prioritas pada tahun 2026. Di antaranya memastikan seluruh anak usia sekolah mendapatkan pendidikan, mengingat masih terdapat sekitar 5.610 anak yang belum bersekolah.

“Ini menjadi kewajiban kita bersama agar anak-anak Bojonegoro mendapatkan pendidikan yang layak,” tegasnya.

Selain sektor pendidikan, pemerintah daerah juga menargetkan seluruh masyarakat Bojonegoro dapat menikmati aliran listrik pada 2026. Saat ini masih terdapat 776 keluarga yang belum teraliri listrik. Di bidang kesehatan, Pemkab menargetkan Bojonegoro bebas tuberkulosis (TBC) di tahun yang sama.

Peningkatan layanan kesehatan juga terus dilakukan, salah satunya melalui pengembangan RSUD Bojonegoro menjadi rumah sakit tipe A yang bekerja sama dengan Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo sebagai rumah sakit rujukan nasional. RSUD Bojonegoro juga telah berstatus sebagai rumah sakit pendidikan yang bermitra dengan sejumlah perguruan tinggi.

Selain itu, Pemkab tetap konsisten memberikan beasiswa, bantuan sosial, serta membangun infrastruktur strategis seperti menara Masjid Darussalam, penataan alun-alun, revitalisasi Pasar Kota Bojonegoro, hingga rencana pembangunan jalur lingkar selatan.

“Perjuangan masih panjang. Kami mohon doa dan dukungan masyarakat agar bersama Pak Bupati dapat mewujudkan Bojonegoro yang bahagia, makmur, dan membanggakan,” tambahnya.

Sementara itu, khotib Sholat Idulfitri, Yogi Prana Izza, dalam khutbahnya mengangkat tema “Mengendalikan Ego Menyembuhkan Luka”. Ia mengajak jamaah untuk meningkatkan keimanan dengan menundukkan ego dan menyadari hakikat kehidupan.

Menurutnya, pada akhirnya manusia akan kembali kepada Tuhan tanpa membawa apapun, baik jabatan, harta, maupun kedudukan.

“Mudah-mudahan kita termasuk orang-orang yang bertakwa dan mampu mengendalikan ego serta menyembuhkan luka,” pesannya.

Usai pelaksanaan sholat, suasana hangat penuh kebersamaan terlihat saat Wabup Nurul Azizah bersalaman dan bermaaf-maafan dengan para jamaah yang hadir, menandai semangat Idulfitri sebagai momentum mempererat silaturahmi.(Hf)