BOJONEGORO – Genap satu tahun mengemban amanah rakyat, Bupati dan Wakil Bupati Bojonegoro menggelar refleksi perjalanan kepemimpinan sebagai bentuk pertanggungjawaban moral sekaligus momentum penguatan komitmen pembangunan. Mengusung tema “Merajut Kebersamaan Membangun Bojonegoro Bahagia, Makmur, dan Membanggakan”, kegiatan berlangsung khidmat di Pendopo Malowopati, Jumat (20/2/2026), bertepatan dengan bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah.
Refleksi satu tahun kepemimpinan ini tidak hanya menjadi ajang evaluasi capaian program, namun juga dirangkaikan dengan kegiatan sosial dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. Pemerintah Kabupaten Bojonegoro menegaskan bahwa pembangunan tidak hanya berorientasi pada infrastruktur dan tata kelola pemerintahan, tetapi juga menyentuh aspek kemanusiaan dan penguatan ekonomi kerakyatan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan Bazar UMKM Bahagia di sepanjang Jalan P. Mas Tumapel. Bazar Ramadhan tersebut diikuti 75 tenda yang menampilkan produk dari 215 pelaku usaha lokal. Mulai dari kuliner khas Ramadhan, produk kerajinan, hingga kebutuhan sandang dan pangan tersedia untuk masyarakat. Kehadiran bazar ini menjadi bukti konkret komitmen pemerintah daerah dalam mendorong pertumbuhan UMKM sebagai tulang punggung ekonomi daerah.
Suasana religius dan penuh kekhidmatan terasa di Pendopo Malowopati saat lantunan selawat mengiringi pembukaan acara inti. Momentum Ramadhan dimanfaatkan sebagai ruang mempererat kebersamaan antara pemerintah dan masyarakat.
Sebagai bentuk kepedulian sosial, Bupati bersama Wakil Bupati menyerahkan santunan secara simbolis kepada sejumlah kelompok masyarakat yang membutuhkan, di antaranya penyandang disabilitas, lansia, anak yatim, marbot masjid, penggali kubur, hingga tukang becak. Penyerahan bantuan ini menjadi wujud nyata kehadiran pemerintah dalam mendampingi masyarakat di berbagai lapisan.
Dalam sambutannya, Bupati Bojonegoro menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas dukungan seluruh elemen masyarakat, termasuk Forkopimda, DPRD, tokoh agama, serta jajaran perangkat daerah yang telah bersama-sama mengawal jalannya pemerintahan selama satu tahun terakhir.
“Tahun pertama ini adalah fase meletakkan fondasi kebijakan sesuai visi dan misi dalam RPJMD. Kami fokus membangun sistem yang kuat sekaligus melakukan transformasi mindset di lingkungan birokrasi,” ujarnya.
Bupati menegaskan bahwa pembangunan yang berkelanjutan memerlukan perubahan pola pikir aparatur. Ia mendorong komunikasi yang lebih cair antar-OPD serta kolaborasi yang solid lintas sektor. Kepala dinas dan seluruh jajaran diminta meninggalkan pola komando yang kaku dan beralih pada pelayanan publik yang responsif, inovatif, serta adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.
“Kepemimpinan yang kuat adalah kepemimpinan yang mau mendengar dan terus belajar. Setiap kebijakan harus benar-benar bermuara pada kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Apresiasi juga disampaikan kepada Wakil Bupati atas sinergitas dan kekompakan yang terjalin selama satu tahun masa jabatan. Menurut Bupati, kebersamaan dan harmonisasi pimpinan daerah menjadi kunci dalam menjaga stabilitas pemerintahan dan mempercepat realisasi program prioritas.
Acara refleksi dihadiri jajaran Forkopimda, Sekretaris Daerah, Asisten Daerah, Staf Ahli, Kepala OPD, Camat, serta Kepala Desa se-Kabupaten Bojonegoro. Hadir pula tokoh agama dan tokoh masyarakat yang selama ini memberikan dukungan moral serta kontribusi nyata dalam pembangunan daerah.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama yang dipimpin pemuka agama, dilanjutkan buka puasa bersama dan salat Maghrib berjamaah. Suasana kebersamaan yang terjalin menjadi simbol kuat bahwa pembangunan Bojonegoro ke depan membutuhkan kolaborasi seluruh elemen demi terwujudnya daerah yang bahagia, makmur, dan membanggakan secara berkelanjutan.(Prokopim)






