Daerah  

RSUD Sosodoro Djatikoesoemo Gelar Forum Konsultasi Publik, Bupati Bojonegoro Dorong Peningkatan Layanan Kesehatan Berbasis Digital

imamjoss22
V6ndk6Cf6kwZrJYg

BOJONEGORO – RSUD dr. R. Sosodoro Djatikoesoemo Bojonegoro terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dengan membuka ruang partisipasi publik. Salah satu langkah yang dilakukan adalah dengan menggelar Forum Konsultasi Publik (FKP) pada Kamis sore (12/3/2026) di Auditorium Selasih RSUD dr. R. Sosodoro Djatikoesoemo.

Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 16.00 WIB tersebut diawali dengan pemberian santunan kepada anak yatim sebagai bentuk kepedulian sosial dari pihak rumah sakit. Forum ini menjadi wadah untuk menyerap kritik, saran, dan masukan dari berbagai pihak demi perbaikan layanan kesehatan di Kabupaten Bojonegoro.

Acara tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, Ketua DPRD Bojonegoro H. Abdulloh Umar, jajaran Komisi B dan Komisi C DPRD, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Bojonegoro, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah, perwakilan Pimpinan Daerah Muhammadiyah, PCNU Bojonegoro, para direktur rumah sakit se-Kabupaten Bojonegoro, serta pengelola Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) se-Kabupaten Bojonegoro.

Dalam sambutannya, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono menekankan pentingnya penyelenggaraan forum konsultasi publik secara rutin. Menurutnya, forum semacam ini menjadi sarana efektif bagi pemerintah daerah dan rumah sakit untuk mendengar langsung aspirasi masyarakat terkait pelayanan kesehatan.

Ia juga menegaskan bahwa sektor kesehatan ke depan harus mengikuti perkembangan zaman, termasuk dengan menerapkan sistem layanan yang terintegrasi secara digital.

“Saya berharap forum seperti ini bisa lebih sering dilakukan agar kita dapat menerima kritik, saran, dan masukan dari masyarakat. Apalagi ke depan pelayanan rumah sakit harus mampu berintegrasi dengan sistem digital,” ujar Bupati Wahono.

Menurutnya, tantangan di bidang kesehatan semakin kompleks karena jumlah penyakit dan kebutuhan layanan medis terus meningkat. Oleh karena itu, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro mendorong agar layanan kesehatan semakin mudah diakses serta memiliki kualitas yang semakin baik.

“Kita tahu penyakit semakin banyak dan kompleks. Karena itu, pemerintah daerah sangat mendorong agar pelayanan kesehatan semakin mudah diakses masyarakat dan kualitasnya terus meningkat,” tambahnya.

Bupati Wahono juga mengajak seluruh pihak untuk memberikan masukan yang bersifat konstruktif demi kemajuan pelayanan kesehatan di RSUD dr. R. Sosodoro Djatikoesoemo.

“Forum konsultasi publik ini sangat penting. Harapannya pemerintah daerah bisa mendapatkan kritik dan saran yang membangun sebagai bahan evaluasi agar pelayanan kepada masyarakat bisa semakin baik,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Bojonegoro H. Abdulloh Umar menilai bahwa RSUD dr. R. Sosodoro Djatikoesoemo memiliki peran strategis sebagai rumah sakit rujukan bagi masyarakat di Kabupaten Bojonegoro. Menurutnya, peningkatan kualitas layanan menjadi faktor utama dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap rumah sakit.

Ia menegaskan bahwa secanggih apa pun teknologi medis dan obat-obatan yang tersedia, semuanya tidak akan memberikan manfaat maksimal apabila tidak diiringi dengan pelayanan yang baik.

“Pelayanan adalah kunci utama. Sebagus apa pun obat dan ilmu medis tidak akan berarti jika tidak diimbangi dengan pelayanan yang baik. Karena pada akhirnya, semua itu berkaitan dengan kepercayaan masyarakat,” tegasnya.

Selain peningkatan pelayanan, DPRD juga mendorong agar RSUD sebagai rumah sakit penopang layanan kesehatan di Bojonegoro terus memperkuat fasilitas serta ketersediaan peralatan medis.

“RSUD sebagai penopang pelayanan kesehatan di Kabupaten Bojonegoro harus terus diperkuat, baik dari sisi pelayanan maupun ketersediaan alat-alat medis. Sehingga ketika pasien datang, mereka bisa langsung mendapatkan pelayanan yang optimal,” tandasnya.

Di sisi lain, Direktur RSUD dr. R. Sosodoro Djatikoesoemo, dr. Ani Pujiningrum, menjelaskan bahwa Forum Konsultasi Publik merupakan sarana komunikasi antara rumah sakit dengan berbagai pemangku kepentingan terkait pelayanan kesehatan yang dibutuhkan masyarakat.

Melalui forum tersebut, pihak rumah sakit berupaya menghimpun berbagai masukan sebagai bahan evaluasi dan perbaikan layanan di masa mendatang.

“Kami berharap melalui forum ini dapat menjaring saran dan masukan dari berbagai pihak untuk perkembangan RSUD dr. R. Sosodoro Djatikoesoemo serta peningkatan pelayanan kesehatan bagi masyarakat Bojonegoro,” jelasnya.

Lebih lanjut, dr. Ani juga mengungkapkan kabar penting terkait pengembangan RSUD dr. R. Sosodoro Djatikoesoemo. Berdasarkan keputusan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, rumah sakit tersebut telah ditetapkan sebagai rumah sakit pendidikan satelit bagi rumah sakit umum daerah.

Penetapan ini membuka peluang besar bagi pengembangan layanan medis serta peningkatan kualitas sumber daya manusia di bidang kesehatan.

Tidak hanya itu, ke depan RSUD dr. R. Sosodoro Djatikoesoemo juga berencana menjalin kerja sama dengan Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) dalam pengembangan layanan medis berbasis teknologi, termasuk penelitian dan penerapan terapi stem cell.

“Kedepannya kami juga akan bekerja sama dengan RSCM untuk pengembangan layanan stem cell,” pungkasnya.

Melalui Forum Konsultasi Publik ini, RSUD dr. R. Sosodoro Djatikoesoemo berharap dapat memperkuat sinergi antara pemerintah, tenaga kesehatan, dan masyarakat dalam mewujudkan pelayanan kesehatan yang lebih profesional, modern, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat Bojonegoro.(Hf)