Daerah  

RSUD Padangan Luncurkan Rajal Cermat Plus, Waktu Tunggu Pasien Turun Drastis

imamjoss22
Padangan

BOJONEGORO – RSUD Padangan terus melakukan transformasi besar dalam sistem pelayanan kesehatan melalui penguatan digitalisasi layanan. Rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten Bojonegoro ini berkomitmen menghadirkan excellent service atau pelayanan prima bagi masyarakat.

Langkah konkret yang dilakukan adalah meluncurkan inovasi Rajal Cermat Plus (Rawat Jalan Cepat, Ringkas dan Tepat Plus Pemisahan Depo Farmasi Rawat Jalan dan Rawat Inap). Inovasi tersebut terbukti mampu memangkas waktu tunggu pasien secara signifikan.

Sebelum inovasi diterapkan, rata-rata pasien harus menghabiskan waktu hingga 5 jam 32 menit sejak proses pendaftaran sampai menerima obat. Kini, melalui integrasi sistem digital, waktu tersebut berhasil ditekan menjadi hanya 2 jam 11 menit.

Direktur RSUD Padangan, dr. Ratih Wulandari, M.H., M.M., menjelaskan bahwa transformasi ini merupakan bagian dari komitmen rumah sakit dalam memberikan pelayanan yang cepat dan tepat kepada masyarakat. Menurutnya, melalui Rajal Cermat Plus, pihak rumah sakit menggabungkan pendaftaran online, rekam medis elektronik yang paperless, hingga penggunaan resep elektronik.

Dengan sistem tersebut, pasien tidak lagi harus mengantre panjang karena pendaftaran dapat dilakukan secara daring dari rumah. Pasien juga bisa datang mendekati jadwal pelayanan dokter tanpa perlu menunggu lama di ruang tunggu. Penggunaan rekam medis elektronik turut mempercepat koordinasi antar unit, mulai dari poli hingga pengambilan obat di depo farmasi yang kini telah dipisahkan antara rawat jalan dan rawat inap.

Percepatan layanan ini juga dibarengi dengan pembangunan Zona Integritas (ZI) guna memastikan pelayanan tidak hanya cepat, tetapi juga bersih dan transparan. Seluruh staf RSUD Padangan telah menandatangani Pakta Integritas serta mengadopsi budaya kerja SIGAP (Siap dan Tanggap).

Untuk menjaga transparansi, RSUD Padangan menyediakan kanal pelaporan digital berupa Barcode PPgrat untuk pengelolaan dan pelaporan gratifikasi serta Whistleblowing System yang menjamin keamanan identitas pelapor.

Dr. Ratih menegaskan, pembangunan Zona Integritas merupakan langkah nyata dalam menciptakan lingkungan kerja yang jujur dan disiplin. Ia menyebut telah terjadi perubahan positif pada etos kerja karyawan serta meningkatnya kepercayaan publik terhadap layanan rumah sakit.

Setelah berhasil meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK), RSUD Padangan kini menargetkan capaian yang lebih tinggi, yakni Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM). Pihaknya berkomitmen untuk terus meningkatkan pelayanan dengan keramahan, kejujuran, dan profesionalisme agar masyarakat benar-benar merasakan kualitas layanan kesehatan yang prima dan bebas dari segala bentuk pungutan liar.(Hf)