Daerah  

Pemkab Bojonegoro Salurkan Bansos Rp8,32 Miliar di Gayam untuk Tekan Kemiskinan Ekstrem dan Stunting

imamjoss22
Whatsapp image 2026 04 13 at 144852 copy 1669x1112

BOJONEGORO – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro kembali menunjukkan komitmennya dalam menekan angka kemiskinan ekstrem dan stunting melalui penyaluran bantuan sosial kepada masyarakat. Bertempat di Kecamatan Gayam, Senin (13/4/2026), Pemkab Bojonegoro menyalurkan bantuan sosial dengan total anggaran mencapai Rp8,32 miliar kepada ribuan Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Penyaluran bantuan dilakukan secara simbolis oleh Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, sebagai bagian dari program percepatan penanggulangan kemiskinan dan peningkatan kualitas kesehatan masyarakat di wilayah Kabupaten Bojonegoro.

Dalam sambutannya, Nurul Azizah menyampaikan bahwa bantuan sosial tersebut disalurkan berdasarkan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) yang mencatat sebanyak 57 ribu kepala keluarga di Kabupaten Bojonegoro. Data tersebut menjadi dasar pemerintah dalam menentukan penerima bantuan agar tepat sasaran dan transparan.

Ia menjelaskan, dalam lima tahun ke depan pemerintah memiliki target agar masyarakat penerima bantuan dapat tumbuh menjadi keluarga yang mandiri secara ekonomi melalui berbagai program pemberdayaan. Salah satunya adalah program Gayatri atau Gerakan Beternak Ayam Petelur Mandiri yang diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui usaha produktif.

Dalam kesempatan itu, Wabup juga memantau perkembangan program Gayatri di Kecamatan Gayam, sekaligus memberikan sosialisasi mengenai kewajiban pendidikan bagi anak-anak serta mengajak masyarakat memanfaatkan layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG).

“CKG bukan hanya pemeriksaan gula darah, kolesterol, atau asam urat, tetapi juga mencakup pemeriksaan jantung, paru-paru, IVA, dan total ada 20 layanan kesehatan gratis yang dapat dimanfaatkan masyarakat,” ujar Nurul.

Ia berharap melalui bantuan sosial dan program pendamping lainnya, masyarakat dapat merasakan peningkatan kesejahteraan dari sektor kesehatan, pendidikan, pertanian, pembangunan, hingga usaha mandiri seperti program Gayatri dan Domba Kesejahteraan.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Kabupaten Bojonegoro, Agus Susetyo, menjelaskan bahwa penyaluran bantuan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mempercepat penanganan kemiskinan ekstrem dan penurunan angka stunting secara terencana, terpadu, dan berkelanjutan.

Menurutnya, setelah dilakukan pemadanan berdasarkan DTSEN Triwulan I Tahun 2026, jumlah penerima bantuan sosial kemiskinan ekstrem yang dinyatakan layak mencapai 8.973 KPM. Masing-masing menerima bantuan sebesar Rp900 ribu dengan total anggaran mencapai Rp8.075.700.000.

Selain itu, untuk bantuan sosial stunting diberikan kepada 102 KPM dengan total bantuan sebesar Rp2.400.000 per penerima yang akan disalurkan dalam empat tahap, masing-masing Rp600 ribu setiap tahap. Total anggaran bantuan sosial stunting tahun ini mencapai Rp244.800.000.

Agus menambahkan, berdasarkan data Dinas Kesehatan Kabupaten Bojonegoro per 26 Januari 2026, jumlah anak stunting di Bojonegoro tercatat sebanyak 1.186 anak. Setelah dilakukan verifikasi dan pemadanan data dengan penerima PKH, ditetapkan sebanyak 102 keluarga layak menerima bantuan sosial stunting.

Khusus untuk penyaluran simbolis di Kecamatan Gayam, bantuan diberikan kepada 153 KPM penerima bantuan kemiskinan ekstrem dan 5 KPM penerima bantuan stunting.

Melalui program ini, Pemkab Bojonegoro berharap angka kemiskinan ekstrem dan kasus stunting dapat terus ditekan sehingga masyarakat semakin sehat, mandiri, dan sejahtera.(Hf)