Daerah  

Museum Rajekwesi Bojonegoro, Wisata Edukasi Sejarah Gratis di Jantung Kota

imamjoss22
U0NK93NlEJFlG5RO

BOJONEGORO – Museum Rajekwesi Bojonegoro terus menjadi destinasi wisata edukasi yang menarik bagi masyarakat. Berlokasi di Jalan Pahlawan, tepat di sisi selatan Alun-alun Kota Bojonegoro, museum ini menawarkan pengalaman belajar sejarah yang lengkap, interaktif, dan ramah pengunjung tanpa dipungut biaya masuk.

Sejak tiba di lokasi, pengunjung disambut fasilitas parkir yang memadai di sisi kanan pintu masuk serta pelayanan satpam yang ramah dan informatif. Pengunjung juga disarankan terlebih dahulu menanyakan jadwal kunjungan agar tidak bersamaan dengan rombongan lain, sehingga dapat menikmati suasana museum dengan lebih nyaman.

Daya tarik Museum Rajekwesi sudah terasa sejak bagian depan, di mana sebuah andong dipajang sebagai simbol alat transportasi tradisional masyarakat tempo dulu. Sebelum memasuki ruang pamer, pengunjung diarahkan untuk melakukan registrasi serta mengikuti akun media sosial resmi Museum Rajekwesi Bojonegoro sebagai bagian dari edukasi digital.

Kunjungan diawali di Ruang 1 yang menyajikan koleksi masa prasejarah. Beragam fosil hewan darat dan laut dipamerkan, mulai dari fosil gajah, tanduk rusa, tengkorak kuda nil, hingga kerang dan gigi hiu. Penataan koleksi dalam etalase kaca bening memudahkan pengunjung mengamati detail fosil, dilengkapi penjelasan informatif di tengah ruangan.

Selanjutnya, pengunjung memasuki Ruang 2, ruang Hindu-Buddha yang menggambarkan kejayaan peradaban masa lalu. Berbagai artefak perdagangan global, temuan gerabah kuno, arca Dewa Siwa dan Ganesha, hingga benda pusaka beraksara kuno menjadi bukti peran penting wilayah Bojonegoro dalam lintasan sejarah Nusantara.

Perjalanan berlanjut ke Ruang 3, yakni ruang etnografi. Sebuah lesung padi panjang yang berada di tengah ruangan menjadi simbol kuat kehidupan agraris masyarakat Bojonegoro. Di sekelilingnya, dipamerkan alat musik tradisional, teknologi pertanian, serta senjata tradisional yang mencerminkan kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun.

Pengunjung juga dapat naik ke lantai dua menuju Ruang 4, yang menampilkan seperangkat gamelan aktif untuk latihan seni. Ruang pertunjukan wayang menjadi salah satu favorit karena menyajikan berbagai jenis wayang lengkap dengan perangkat gamelan. Dengan pendampingan pemandu, pengunjung bahkan berkesempatan mencoba memainkan gamelan secara langsung.

Nuansa budaya semakin kental di Ruang 5, yang menampilkan koleksi busana kesenian dan adat khas Bojonegoro. Manekin dengan balutan busana pengantin dan kostum kesenian tradisional dipajang rapi, dilengkapi pelaminan sederhana yang menghadirkan suasana hangat layaknya prosesi mantenan.

Sebagai penutup, pengunjung diajak memasuki ruang imersif untuk menyaksikan film sejarah Bojonegoro. Tayangan audio visual ini memberikan gambaran perjalanan peradaban Bojonegoro secara lebih hidup dan mudah dipahami. Setelah itu, pengunjung diarahkan menuju pintu keluar dengan melewati ruang rapat yang berada di dekat tangga.

Museum Rajekwesi Bojonegoro bukan sekadar tempat penyimpanan artefak sejarah, tetapi juga ruang belajar yang menghubungkan masa lalu dengan generasi masa kini. Berada di pusat kota dan mudah diakses, museum ini menjadi pilihan tepat bagi masyarakat yang ingin berwisata sekaligus menambah wawasan sejarah lokal.(Hf)