Daerah  

LPG 3 Kg di Bojonegoro Dipastikan Cukup, Ini Penjelasan Pertamina

imamjoss22
IMG 20260327 WA0067

BOJONEGORO – PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus) menegaskan bahwa pasokan dan distribusi LPG subsidi 3 kilogram di wilayah Bojonegoro tetap aman dan mencukupi, khususnya pasca perayaan Idul Fitri 2026.

Kepastian ini disampaikan untuk merespon beredarnya informasi mengenai dugaan kelangkaan LPG 3 kg di Desa Jamberejo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro.

Pertamina bergerak cepat dengan melakukan pengecekan langsung di lapangan serta berkoordinasi dengan pemerintah daerah melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Bojonegoro guna memastikan kondisi sebenarnya.

Area Manager Communication, Relations and CSR Pertamina Patra Niaga Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menjelaskan bahwa lonjakan konsumsi LPG merupakan hal yang wajar terjadi menjelang dan setelah hari besar keagamaan.

Kondisi ini membuat stok di tingkat pengecer lebih cepat terserap, sehingga menimbulkan kesan kelangkaan di sejumlah titik.

“Namun perlu kami tegaskan, kondisi tersebut hanya bersifat sementara dan tidak terjadi secara merata. Stok LPG 3 kg di pangkalan resmi tetap tersedia dan dalam kondisi aman,” jelasnya, Kamis (26/3/2026).

Untuk wilayah Desa Jamberejo, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, Pertamina telah menjadwalkan distribusi tambahan ke lima pangkalan resmi terdekat.

Pada 26 Maret 2026, masing-masing pangkalan akan menerima pasokan sebanyak 50 hingga 320 tabung guna memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi.

Sebagai bentuk antisipasi, Pertamina juga mengaktifkan Satuan Tugas (Satgas) Idulfitri yang siaga 24 jam.

Tim ini bertugas memantau distribusi energi, termasuk LPG subsidi, hingga ke tingkat pangkalan agar penyaluran berjalan lancar dan sesuai aturan.

Pengawasan juga dilakukan untuk memastikan harga jual tetap sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET), sehingga masyarakat Bojonegoro tidak dirugikan.

Pertamina pun menghimbau masyarakat Bojonegoro agar tetap tenang dan membeli LPG sesuai kebutuhan.

Tindakan pembelian berlebihan atau penimbunan justru dapat memicu gangguan distribusi di lapangan.

“Kami menjamin pasokan tersedia. Tidak perlu khawatir atau melakukan pembelian berlebihan karena distribusi terus berjalan,” tegas Ahad.

Selain itu, Pertamina kembali mengingatkan bahwa LPG 3 kilogram merupakan produk subsidi yang ditujukan bagi rumah tangga kurang mampu dan pelaku usaha mikro.

Masyarakat yang mampu diharapkan beralih menggunakan LPG non subsidi agar penyaluran lebih tepat sasaran.

Untuk informasi lebih lanjut, masyarakat dapat mengakses lokasi pangkalan resmi LPG 3 kg melalui situs subsiditepatlpg.mypertamina.id atau menghubungi Call Center Pertamina di nomor 135. (Hf)