BOJONEGORO – Komitmen DPRD Kabupaten Bojonegoro dalam mengawal perencanaan pembangunan daerah kembali ditegaskan melalui kehadiran langsung unsur pimpinan dan anggota dewan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Tingkat Kecamatan (Musrenbangcam) Kepohbaru Tahun 2026. Kegiatan tersebut digelar di Pendopo Kecamatan Kepohbaru, Rabu (11/2/2026), dalam rangka penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kabupaten Bojonegoro Tahun 2027.
Hadir dalam forum tersebut Ketua DPRD Bojonegoro Abdulloh Umar, Wakil Ketua DPRD Bambang Sutriyono, serta anggota DPRD Ahmad Supriyanto, Hadi Winarto, dan Lasuri. Turut hadir Camat Kepohbaru Triguno Sudjono Prio bersama jajaran Forkopimcam, para kepala desa dan perangkat desa se-Kecamatan Kepohbaru, Kepala Bappeda Kabupaten Bojonegoro atau yang mewakili, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) atau yang mewakili, sejumlah kepala dinas teknis terkait, serta undangan lainnya.
Kehadiran lengkap unsur legislatif dalam Musrenbangcam tersebut menjadi perhatian tersendiri. Hal ini dinilai sebagai bentuk keseriusan DPRD dalam memastikan aspirasi masyarakat di tingkat desa dan kecamatan dapat terakomodasi dalam perencanaan serta penganggaran daerah.
Dalam kesempatan itu, Anggota DPRD Bojonegoro Ahmad Supriyanto menegaskan pentingnya penyelarasan antara kebutuhan desa dengan kebijakan anggaran di tingkat kabupaten. Ia menyampaikan bahwa berbagai aspirasi yang diserap saat masa reses menunjukkan adanya kesamaan kebutuhan di hampir seluruh desa di Kecamatan Kepohbaru.
“Pada saat reses kemarin, para kepala desa di Kepohbaru saya undang dan kita sudah bertemu. Intinya, keluhan dan kebutuhan mereka sebenarnya hampir sama,” ujar Ahmad Supriyanto.
Menurutnya, Musrenbangcam merupakan momentum strategis karena seluruh unsur pengambil kebijakan hadir dalam satu forum, baik dari pihak eksekutif maupun legislatif. Dengan peran masing-masing yang sudah jelas, sinergi antarlembaga menjadi kunci agar usulan pembangunan tidak berhenti di forum diskusi, melainkan benar-benar masuk dalam pembahasan anggaran.
“Di sini perannya sudah lengkap. Ada yang bertugas mencari dan mengelola sumber pendapatan daerah, sementara kami di DPRD bersama Ketua dan anggota lainnya berperan dalam penganggaran. Jadi, kalau Kepohbaru membutuhkan apa saja, kita rumuskan bersama dan kita kawal sampai tuntas,” tegasnya.
Ahmad Supriyanto juga mendorong agar Musrenbangcam tidak hanya terpaku pada tiga usulan prioritas dari masing-masing desa. Ia berharap forum tersebut mampu merumuskan satu atau beberapa prioritas strategis tingkat kecamatan yang menjadi kebutuhan bersama dan dituangkan secara resmi dalam berita acara.
“Harapan kami, selain tiga prioritas dari desa, di forum ini juga muncul prioritas Kecamatan Kepohbaru yang benar-benar menjadi kebutuhan bersama. Itu harus dikuatkan dalam berita acara sebagai pengingat kami saat pembahasan anggaran nanti,” jelasnya.
Ia pun mengajak para kepala desa untuk memanfaatkan kehadiran pimpinan dan anggota DPRD secara optimal dengan menyampaikan usulan secara langsung. Menurutnya, komunikasi yang terbuka akan memperkuat posisi usulan saat dibahas di tingkat kabupaten.
“DPRD sudah lengkap hadir, mulai Ketua, Wakil Ketua, hingga anggota sesuai komisinya masing-masing. Silakan sampaikan usulan kepada kami. Nanti akan kami bahas bersama agar bisa diperjuangkan dalam pembahasan anggaran,” pungkasnya.
Melalui Musrenbangcam Kepohbaru 2026 ini, diharapkan terbangun sinergi yang semakin kuat antara pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan DPRD Kabupaten Bojonegoro dalam menyusun RKPD Tahun 2027 yang terarah, terukur, dan berpihak pada kebutuhan riil masyarakat.
Forum perencanaan tahunan tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan pembangunan di Kecamatan Kepohbaru berjalan sesuai prioritas serta mampu menjawab persoalan mendasar masyarakat di berbagai sektor.(HF)






