Desa  

Jelang Tes Ujian Tulis Pilkades PAW Sukorejo, Satu Calon Mundur Diduga karena Isu Ketidaknetralan Panitia

imamjoss22
IMG 20251113 WA0086

BOJONEGORO – Menjelang pelaksanaan tes ujian tulis Pemilihan Kepala Desa Pergantian Antar Waktu (Pilkades PAW) Desa Sukorejo, Kecamatan Bojonegoro, yang dijadwalkan berlangsung pada Kamis (13/11/2025), muncul dugaan adanya ketidaknetralan dan potensi kecurangan yang diarahkan kepada panitia penyelenggara.

Indikasi tersebut mencuat setelah salah satu peserta calon kepala desa, Nur Fandholani, asal Desa Kuncen, Kecamatan Padangan, menolak menerima surat undangan dari panitia saat rapat pengarahan pelaksanaan tes ujian tulis di Balai Desa Sukorejo, Rabu (12/11/2025).

Bahkan, Nur Fandholani secara terbuka menyatakan mengundurkan diri dari keikutsertaan dalam seleksi Pilkades PAW, sebagai bentuk protes atas dugaan ketidakjujuran panitia.

Dalam keterangannya, Nur Fandholani mengaku mundur bukan tanpa alasan. Ia menilai ada kejanggalan dalam proses persiapan ujian tulis, karena beredar isu bahwa naskah soal ujian telah disusun sejak tiga minggu sebelum pelaksanaan tes.

Menurutnya, hal itu menimbulkan kecurigaan bahwa soal ujian berpotensi bocor atau telah diketahui sebagian pihak.

“Lebih parah lagi, ada indikasi panitia sudah menentukan calon tertentu yang akan lolos. Karena itu saya minta soal ujian dibuat ulang menjelang pelaksanaan tes, agar adil dan transparan,” ungkap Nur Fandholani di sela rapat pengarahan.

Namun, permintaan tersebut tidak dapat disanggupi oleh panitia. Ketua Panitia Pilkades PAW Sukorejo, Teguh Supriyadi, menyatakan tidak memungkinkan untuk menyusun ulang soal ujian dalam waktu singkat.

Atas kondisi itu, Nur Fandholani akhirnya memutuskan tidak menerima surat undangan ujian tulis dan menyatakan mundur dari proses Pilkades PAW.

Situasi dalam rapat pengarahan sempat memanas. Salah satu peserta lainnya, Sukirno, turut meminta kejelasan dan kejujuran panitia terkait isu tersebut. Ia bahkan meminta Ketua Panitia bersumpah di hadapan peserta rapat untuk menunjukkan komitmen netralitas.

“Kita semua sudah sepuh. Kalau memang tidak jujur atau ada indikasi kecurangan, saya pun siap mundur. Tapi tadi Ketua Panitia berani bersumpah atas nama Allah, bahwa pelaksanaan Pilkades akan dijalankan secara jujur,” ujar Sukirno usai rapat.

Dikonfirmasi terpisah, Ketua Panitia Pilkades PAW Desa Sukorejo, Teguh Supriyadi, membenarkan adanya peserta yang menyatakan mundur.

“Benar, ada satu calon yang menyatakan mundur. Katanya, kalau benar soal ujian yang digunakan adalah yang disusun tiga minggu lalu, maka dia mundur. Itu pernyataannya di rapat,” ujar Teguh saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Rabu malam.

Teguh menambahkan, memang ada permintaan dari peserta agar panitia membuat soal baru pada malam itu juga, namun hal tersebut tidak dapat dipenuhi. “Kami tidak sanggup membuat soal mendadak malam ini,” jelasnya.

Sementara itu, sejumlah warga Desa Sukorejo mempertanyakan jadwal pelaksanaan tes ujian tulis yang seharusnya digelar hari Kamis (13/11/2025).

“Padahal ujian tulis dijadwalkan hari ini, kok malah ada peserta yang mundur. Ada apa sebenarnya?” ujar salah seorang warga yang enggan disebut namanya saat dihubungi media ini melalui pesan WhatsApp.

Warga tersebut juga berharap agar proses Pilkades PAW Sukorejo berjalan lancar dan bersih dari praktik kecurangan. “Hanya Tuhan yang tahu apa yang akan terjadi, semoga semuanya berjalan jujur,” tambahnya.

Sebagai informasi, Pilkades Pergantian Antar Waktu (PAW) Desa Sukorejo digelar untuk mengisi kekosongan jabatan kepala desa yang tersisa sekitar 20 bulan masa jabatan. Proses Pilkades PAW ini diikuti oleh beberapa calon yang telah lolos seleksi administrasi dan akan menjalani ujian tulis sebagai tahap akhir sebelum pemilihan oleh BPD dan perwakilan masyarakat.(Didik)