Daerah  

Jalan Rigid Beton 1,6 Kilometer di Dayukidul Tuntas, Akses Ekonomi dan Pendidikan Kian Lancar

imamjoss22
IMG 20260303 WA0345 copy 1186x777

BOJONEGORO – Wajah infrastruktur di Desa Dayukidul, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, kini berubah signifikan. Jalan desa yang sebelumnya rusak parah dan kerap dikeluhkan warga, telah selesai diperbaiki menjadi rigid beton yang kokoh dan nyaman dilalui.

Perbaikan tersebut merupakan realisasi Bantuan Keuangan Khusus Desa (BKKD) Tahun Anggaran 2025 dari Pemerintah Kabupaten Bojonegoro. Program ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas infrastruktur desa, khususnya di wilayah Bojonegoro bagian timur.

Kepala Desa Dayukidul, Siti Mutma’inah, S.Pd, menyampaikan rasa syukur atas rampungnya pembangunan jalan tersebut. Ia juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro di bawah kepemimpinan Bupati Setyo Wahono dan Wakil Bupati Nurul Azizah.

“Alhamdulillah, jalan yang dulu rusak parah sekarang sudah bisa dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Semoga berkah dan membawa kebaikan bagi warga Dayukidul maupun desa sekitar,” ujarnya, Selasa (3/3/2026).

Ia menjelaskan, pembangunan jalan rigid beton sepanjang 1.655 meter dengan lebar antara 3 hingga 4 meter itu tersebar di tiga dusun, yakni Dusun Nglongok, Dusun Demping, dan Dusun Dayugeneng. Ketiga titik tersebut diprioritaskan karena menjadi jalur vital perekonomian warga sekaligus akses penghubung menuju Desa Pejok dan Desa Duwel di Kecamatan Kedungadem.

Sebelum diperbaiki, kondisi jalan di wilayah tersebut berlubang dan becek saat musim hujan, sehingga menghambat mobilitas warga. Kini, jalur poros antar desa itu telah berubah total menjadi akses yang lebih representatif dan aman dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.

Menurut Siti Mutma’inah, keberadaan jalan yang baik tidak hanya mempermudah aktivitas harian, tetapi juga berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Dengan jalan yang baik, mobilitas menjadi lancar. Hasil pertanian lebih mudah dipasarkan, distribusi barang lebih cepat, dan secara otomatis ekonomi masyarakat ikut bergerak,” jelasnya.

Sebagai jalur strategis penghubung antar desa, manfaat pembangunan ini tidak hanya dirasakan warga Dayukidul, tetapi juga masyarakat desa sekitar yang memanfaatkan akses tersebut untuk kegiatan ekonomi, pendidikan, hingga layanan kesehatan.

Di tengah rasa syukur atas pembangunan tersebut, Kepala Desa juga mengingatkan pentingnya menjaga kondusivitas desa. Ia mengimbau masyarakat agar lebih bijak dalam menyikapi informasi, terutama yang beredar di media sosial.

“Kita semua punya tujuan yang sama, yaitu membangun Dayukidul. Mari kita dukung program desa dengan semangat kebersamaan dan tidak mudah terprovokasi isu yang belum tentu benar,” pesannya.

Sementara itu, Mansur, salah satu warga Desa Dayukidul, mengaku pembangunan jalan tersebut seperti mimpi yang menjadi kenyataan bagi masyarakat.

“Jalan cor ini benar-benar sangat ditunggu masyarakat karena manfaatnya besar sekali,” ungkapnya.

Ia merinci, dampak positif pembangunan sudah dirasakan di berbagai sektor. Anak-anak sekolah mulai dari PAUD hingga SLTA kini lebih mudah berangkat belajar. Para petani juga lebih lancar mengangkut hasil panen. Kendaraan pengangkut jagung dari kawasan hutan Dusun Nglongok pun tidak lagi kesulitan melintas. Selain itu, akses perdagangan dan layanan kesehatan menjadi lebih cepat dan efisien.

Menurutnya, kelancaran transportasi menjadi faktor penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi desa secara berkelanjutan.

Dengan mengusung semangat “Dayukidul Bermartabat, Bergerak Bersama Masyarakat”, pemerintah desa berharap pembangunan infrastruktur ini menjadi langkah awal menuju kemajuan yang lebih luas, sekaligus memperkuat konektivitas dan kesejahteraan warga di wilayah Kecamatan Kedungadem.(Hf)