Jalan Desa Ngampal Baru Sebulan Rampung, Sudah Rusak Parah; Inspektorat dan PU Turun Tangan

imamjoss22
IMG 20260226 215911 copy 1076x840

BOJONEGORO – Proyek peningkatan jalan desa di Desa Ngampal, Kecamatan Sumberrejo, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, menjadi sorotan publik. Jalan aspal yang baru sekitar satu bulan selesai dikerjakan melalui program Bantuan Keuangan Khusus Desa (BKKD) Tahun Anggaran 2025 itu dilaporkan telah mengalami kerusakan di sejumlah titik.

Menindaklanjuti laporan masyarakat, tim dari Inspektorat Kabupaten Bojonegoro bersama Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga serta Camat Sumberrejo melakukan monitoring langsung ke lokasi pada Kamis (26/2/2026).

Sekretaris Inspektorat Kabupaten Bojonegoro, Didit Sugiarto, mengatakan pihaknya segera menerjunkan tim guna memastikan kondisi fisik pekerjaan yang bersumber dari dana BKKD tersebut.

“Kami menurunkan tim bersama tim teknis dari PU Bina Marga untuk menindaklanjuti informasi yang kami terima terkait kondisi fisik pekerjaan peningkatan jalan di Desa Ngampal yang sudah mengalami kerusakan, padahal baru saja selesai,” ujarnya.

Berdasarkan hasil pantauan di lapangan, jalan sepanjang kurang lebih 1.180 meter yang menjadi akses penghubung antar-dusun itu tidak lagi dalam kondisi prima. Di beberapa titik terlihat bekas tambalan, sementara kerusakan paling mencolok berada di ruas sepanjang sekitar 50 meter.

Pada bagian tersebut, badan jalan tampak ambles dan berlubang. Bahkan, agregat batu di bawah lapisan aspal terlihat muncul ke permukaan. Kondisi ini menimbulkan kekhawatiran warga, mengingat jalan tersebut merupakan akses vital untuk aktivitas harian, termasuk mobilitas pertanian dan distribusi hasil panen.

Proyek pembangunan jalan ini diketahui bersumber dari program BKKD Tahun Anggaran 2025 dengan nilai anggaran sekitar Rp 1,8 hingga Rp 2 miliar. Program BKKD sendiri merupakan skema bantuan keuangan dari Pemerintah Kabupaten Bojonegoro kepada pemerintah desa guna mendukung pembangunan infrastruktur serta pemberdayaan masyarakat.

Didit menambahkan, hingga kini tim masih berada di lokasi untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Hasil lengkap dari monitoring tersebut masih menunggu laporan resmi dari tim teknis.

“Hasil pemeriksaan masih menunggu laporan lengkap dari tim yang hingga kini masih berada di lokasi,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Desa Ngampal, Budiono, membenarkan adanya monitoring dari Inspektorat dan Dinas PU Bina Marga di wilayahnya. Ia mengakui ditemukan sejumlah kerusakan pada jalan yang baru saja dibangun tersebut.

Menurutnya, sesuai arahan tim monitoring, ruas jalan yang rusak akan dilakukan pengerukan dan pembongkaran total sebelum dilakukan perbaikan ulang.

“Untuk jalan yang rusak, sesuai arahan tadi akan dilakukan pengerukan dan pembongkaran secara total, kemudian diperbaiki kembali,” jelas Budiono.

Ia menduga, kerusakan terjadi akibat kualitas bahan pondasi jalan yang kurang baik. “Penyebabnya karena kualitas biscos atau bahan pondasinya kurang bagus,” katanya.

Budiono juga memastikan pihak pelaksana kegiatan atau kontraktor telah menyatakan komitmennya untuk segera melakukan perbaikan sesuai rekomendasi tim monitoring.

“Pihak kontraktor menyanggupi untuk melakukan perbaikan dalam waktu dekat,” pungkasnya.

Peristiwa ini menjadi perhatian masyarakat, mengingat proyek tersebut menggunakan anggaran yang cukup besar dan diharapkan mampu menunjang aktivitas ekonomi warga dalam jangka panjang. Pemerintah daerah pun diharapkan dapat memastikan proses perbaikan berjalan sesuai standar teknis agar kejadian serupa tidak kembali terulang.(Hf)