BOJONEGORO – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro mengawali hari pertama kerja pasca libur Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah dengan menggelar apel pagi yang dirangkai dengan kegiatan halal bihalal, Rabu (25/03/2026). Kegiatan tersebut berlangsung di halaman depan Gedung Putih Pemkab Bojonegoro dan diikuti oleh seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan pemerintah daerah.
Apel dipimpin langsung oleh Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono. Suasana hangat dan penuh kebersamaan terasa sejak awal kegiatan, terutama saat momen saling berjabat tangan dan bermaafan antarpegawai usai perayaan Idul Fitri.
Dalam arahannya, Bupati Setyo Wahono menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idul Fitri kepada seluruh ASN dan masyarakat Bojonegoro. Ia mengajak seluruh jajaran untuk menjadikan momen ini sebagai sarana mempererat kebersamaan sekaligus memperkuat komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
“Secara pribadi, keluarga, dan atas nama Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, saya mengucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri, mohon maaf lahir dan batin,” ujarnya.
Lebih lanjut, Bupati menegaskan bahwa Kabupaten Bojonegoro merupakan daerah yang memiliki potensi sumber daya alam yang besar dan berdampak pada peningkatan kesejahteraan, termasuk bagi ASN. Namun demikian, ia mengingatkan agar kondisi tersebut tetap disyukuri serta dimanfaatkan untuk memperkuat solidaritas dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Di tengah tantangan fiskal yang dihadapi, Bupati juga menyoroti pentingnya peningkatan kinerja ASN. Ia menegaskan bahwa penurunan kinerja akan berpengaruh pada kebijakan anggaran, sehingga pada APBD Tahun 2026 diperlukan efisiensi yang lebih ketat.
“Kegiatan yang tidak bersifat mendesak atau hanya seremonial perlu dikurangi. Namun demikian, pelayanan kepada masyarakat tidak boleh berkurang,” tegasnya.
Selain itu, Bupati mengingatkan bahwa dinamika global, termasuk kondisi geopolitik, turut memengaruhi arah kebijakan pemerintah daerah. Oleh karena itu, seluruh perangkat daerah diminta lebih cermat dalam merencanakan program, terutama dalam mengawal kegiatan prioritas menuju tahun 2027.
Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) juga menjadi perhatian utama. Setiap organisasi perangkat daerah diharapkan mampu menggali dan mengembangkan potensi yang ada, sekaligus melakukan efisiensi, termasuk dalam penggunaan anggaran perjalanan dinas serta operasional energi seperti bahan bakar dan listrik.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati turut menekankan pentingnya menjaga semangat kerja dan kesehatan sebagai modal utama dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat.
Di bidang lingkungan, ia mengajak seluruh elemen, mulai dari pemerintah, dunia pendidikan, masyarakat hingga sektor swasta, untuk bersama-sama menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan melalui gerakan 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Menurutnya, budaya sadar lingkungan perlu dibangun sejak dini.
Sementara itu, dalam mendukung ketahanan pangan, Bupati meminta jajaran terkait, khususnya Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian serta para camat, untuk mendorong pemanfaatan lahan guna memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat.
Percepatan layanan perizinan juga menjadi sorotan. Ia menegaskan bahwa setiap permohonan harus ditangani dengan cepat dan jelas, baik dapat diproses maupun tidak, sebagai bentuk kepastian pelayanan publik.
Tak kalah penting, Bupati menekankan perlunya kolaborasi lintas sektor, mulai dari pertanian, kesehatan hingga pariwisata, guna mendukung pembangunan daerah secara berkelanjutan.
Usai pelaksanaan apel, kegiatan dilanjutkan dengan halal bihalal yang diikuti seluruh pegawai di lingkungan Pemkab Bojonegoro. Momentum tersebut menjadi ajang mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat kebersamaan antarpegawai dalam menjalankan tugas pemerintahan ke depan.(Hf)






