SURABAYA – Pelaksanaan ajang renang Atlantis Aquatic Festival Primalaras Short Course 2025 menuai sorotan dari peserta dan official. Hingga memasuki tahun 2026, sejumlah hak peserta seperti medali, sertifikat, souvenir, hingga penghargaan bagi kontingen terbanyak dilaporkan belum sepenuhnya diterima.
Kondisi ini memicu kekecewaan dari berbagai pihak, khususnya para atlet dan pelatih yang telah berpartisipasi dalam ajang tersebut. Mereka menilai kinerja panitia belum maksimal, terutama dalam hal koordinasi dan distribusi hadiah yang sebelumnya dijanjikan rampung sebelum pergantian tahun.
Salah satu official, Coach Mujib dari Team Splash Swim, mengungkapkan kekecewaannya saat dikonfirmasi awak media, Kamis (26/3/2026). Ia menyebut para atlet telah berlatih keras dan mengikuti perlombaan dengan penuh semangat, namun hingga kini hak mereka belum juga dipenuhi.
“Ini sangat kami sayangkan. Anak-anak sudah berjuang maksimal di kolam, tapi hak mereka belum diberikan sampai sekarang,” ujarnya.
Permasalahan ini tidak hanya berdampak pada kepuasan peserta, tetapi juga berpotensi menurunkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap penyelenggaraan event olahraga, khususnya cabang renang, di masa mendatang. Transparansi dan profesionalisme panitia pun menjadi sorotan utama.
Lebih lanjut, Coach Mujib juga menyinggung soal komunikasi antara peserta dan panitia yang dinilai kurang terbuka. Grup WhatsApp yang sebelumnya digunakan sebagai sarana koordinasi diketahui telah dikunci oleh panitia, sehingga peserta kesulitan memperoleh informasi terbaru terkait penyelesaian hak mereka.
“Seharusnya ada komunikasi yang jelas dan terbuka. Tapi justru grup ditutup, ini membuat kami semakin bingung,” tambahnya.
Sejumlah peserta dan official berharap panitia segera memberikan kejelasan terkait timeline penyelesaian serta langkah konkret yang akan diambil. Mereka juga menekankan pentingnya sikap responsif dan transparan guna meredam kekecewaan yang terus berkembang.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi terbaru dari pihak panitia terkait keterlambatan distribusi tersebut. Para peserta dan official masih menunggu itikad baik serta tanggung jawab penuh dari penyelenggara untuk menyelesaikan permasalahan ini.(Hf)






