Disiplin dan Sportivitas Warnai Ujian Kenaikan Tingkat INKAI FORKI Bojonegoro di Lapangan SMT

imamjoss22
Img 20251019 182845 copy 1012x764

BOJONEGORO – Suasana semangat dan kedisiplinan tampak membara di Lapangan Sekolah Menengah Terpadu (SMT) Bojonegoro, Minggu (19/10/2025). Ratusan karateka dari Institut Karate-Do Indonesia (INKAI) di bawah naungan Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia (FORKI) Bojonegoro, tampak berbaris rapi mengikuti prosesi ujian kenaikan tingkat sabuk.

Dengan seragam putih khas karate, para peserta memadati lapangan sejak pagi. Teriknya mentari tak menyurutkan semangat mereka untuk menunjukkan kemampuan terbaik. Suara lantang instruktur berpadu dengan pekik semangat para karateka menciptakan suasana yang penuh energi dan kebersamaan.

Ujian kenaikan sabuk kali ini diikuti oleh karateka dari berbagai tingkatan usia mulai dari anak-anak sekolah dasar hingga remaja tingkat menengah. Bagi mereka, kegiatan ini bukan sekadar ajang memperoleh sabuk baru, tetapi juga bentuk evaluasi atas latihan disiplin, kerja keras, dan konsistensi yang telah mereka jalani selama ini.

Salah satu pelatih senior INKAI Bojonegoro, Adi, menyampaikan bahwa ujian kenaikan tingkat memiliki makna lebih dari sekadar pencapaian teknis.

“Kenaikan sabuk bukan hanya simbol kemajuan latihan, tetapi juga wujud tanggung jawab moral seorang karateka untuk menjaga nilai-nilai dojo seperti disiplin, rasa hormat, dan pengendalian diri,” ujarnya dengan penuh kebanggaan.

Selama ujian berlangsung, suasana kekompakan dan semangat sportivitas sangat terasa. Setiap kali peserta berhasil menuntaskan gerakan kihon, kata, atau kumite dengan baik, sorak dukungan dari rekan-rekannya menggema di seluruh area lapangan. Beberapa orang tua yang hadir di pinggir lapangan pun tampak tak kalah antusias, menyemangati anak-anak mereka yang tengah berjuang menunjukkan kemampuan terbaiknya.

Para karateka juga menampilkan beragam teknik dasar seperti judan, tsuki mae geri, dan soto uke dengan gerakan penuh tenaga dan fokus. Momen tersebut menunjukkan bagaimana latihan panjang mereka berbuah hasil dalam bentuk teknik yang matang dan percaya diri.

Ketua FORKI Bojonegoro menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bagian penting dari pembinaan berkelanjutan bagi atlet karate di daerah. Melalui ujian kenaikan tingkat, karakter dan semangat pantang menyerah terus ditanamkan kepada generasi muda.

“Kami berharap kegiatan ini dapat memperkuat pembinaan prestasi olahraga bela diri di Bojonegoro sekaligus menanamkan nilai-nilai sportivitas dan kejujuran sejak dini,” ungkapnya.

Kegiatan diakhiri dengan prosesi penyematan sabuk baru bagi para karateka yang dinyatakan lulus oleh dewan penguji. Senyum bahagia dan wajah penuh kebanggaan terlihat jelas dari para peserta, pelatih, dan orang tua yang hadir.

Hari itu menjadi bukti nyata bahwa semangat juang dan kedisiplinan tidak hanya lahir di dojo, tetapi juga tumbuh kuat di lapangan terbuka di bawah langit Bojonegoro yang cerah, tempat generasi muda belajar arti kerja keras dan karakter sejati seorang karateka.(Al/Hf)