BOJONEGORO – Kapolsek Baureno, AKP H. Sholeh, S.H., turun langsung memberikan keterangan terkait insiden kebakaran yang melanda dapur SPPG Sumuragung 2 di Dusun Grogolan, RT 04 RW 01, Desa Sumuragung, Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro, pada Senin (2/2/2026) dini hari. Peristiwa tersebut mengakibatkan dua orang pekerja dapur mengalami luka bakar serius.
AKP H. Sholeh menjelaskan, kebakaran pertama kali diketahui sekitar pukul 00.30 WIB dan dilaporkan kepada pihak kepolisian serta petugas pemadam kebakaran sekitar pukul 01.30 WIB.
“Berdasarkan hasil penyelidikan awal, api dipicu oleh kebocoran gas LPG yang kemudian menyambar api dari kompor di area dapur,” ujar Kapolsek Baureno saat dikonfirmasi, Senin (2/2/2026).
Menurut Kapolsek, kejadian bermula saat salah satu pekerja dapur, Ahmad Aditya Rizki Maulana (22), mendengar suara mencurigakan dari area penyimpanan tabung gas LPG. Ahmad kemudian mengajak rekannya, Dani Hidayat (25), untuk memeriksa sumber suara tersebut.
Namun, saat dilakukan pengecekan, kebocoran gas justru semakin besar. Gas yang telah menyebar merambat ke area kompor dan tersulut api, sehingga memicu kobaran api besar yang dengan cepat membakar dapur dan menyambar kedua korban yang berada di lokasi sebagai chef dapur.
AKP H. Sholeh menambahkan, seorang saksi bernama Rizal segera mengambil langkah cepat dengan mematikan aliran listrik dan menghubungi petugas Pemadam Kebakaran Kecamatan Baureno guna mencegah api semakin meluas.
“Petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi sekitar pukul 01.00 WIB dan api berhasil dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 01.10 WIB. Alhamdulillah, kebakaran tidak merembet ke bangunan lain,” jelasnya.
Akibat insiden tersebut, Ahmad Aditya Rizki Maulana mengalami luka bakar di bagian wajah dan tangan, dan langsung dilarikan ke RS Muhammadiyah Babat. Sementara itu, Dani Hidayat mengalami luka bakar di wajah, bahu, dan kaki. Korban sempat dirawat di RS Karangkembang Babat sebelum akhirnya dirujuk ke RSUD Bojonegoro untuk penanganan lanjutan.
Selain menimbulkan korban luka, kebakaran ini juga menyebabkan kerugian materiil yang diperkirakan mencapai Rp100 juta, akibat rusaknya bangunan dapur dan peralatan memasak.
Lebih lanjut, AKP H. Sholeh menegaskan bahwa di wilayah Kecamatan Baureno terdapat tujuh dapur MBG/SPPG yang beroperasi. Ia meminta seluruh pengelola dapur untuk lebih serius dalam memperhatikan aspek keselamatan kerja.
“Kami mengimbau seluruh pengelola MBG/SPPG agar rutin melakukan pengecekan tabung LPG dan instalasi gas. Keselamatan para pekerja harus menjadi prioritas utama,” tegas Kapolsek Baureno.
Ia juga berharap kejadian serupa tidak kembali terulang, baik di wilayah Kecamatan Baureno maupun di dapur MBG/SPPG lainnya di Kabupaten Bojonegoro.(Hf)






