BOJONEGORO – Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, mendorong penguatan edukasi potensi wisata lokal melalui program “Tour Bojonegoro”. Program tersebut dirancang sebagai sarana pengenalan kekayaan destinasi dan budaya daerah kepada anak-anak serta generasi muda di Kabupaten Bojonegoro.
Penegasan itu disampaikan Bupati dalam kegiatan Safari Ramadhan 1447 Hijriah yang digelar di Masjid Samin Baitul Muttaqin, Desa Sumberrejo, Kecamatan Margomulyo, Selasa (3/3/2026). Dalam kesempatan tersebut, ia menekankan bahwa pengenalan aset dan potensi daerah harus dimulai sejak usia dini agar tumbuh rasa bangga, cinta, dan kepemilikan terhadap tanah kelahiran.
Menurutnya, sektor pariwisata tidak hanya berorientasi pada peningkatan ekonomi, tetapi juga memiliki nilai edukatif yang strategis dalam membangun karakter generasi muda.
“Dinas Kebudayaan dan Pariwisata kiranya dapat memetakan kawasan wisata unggulan untuk dijadikan rute edukasi bagi siswa dan anak-anak,” ujar Setyo Wahono.
Ia menambahkan, melalui program Tour Bojonegoro, para pelajar diharapkan dapat mengenal langsung destinasi wisata alam, sejarah, maupun budaya yang dimiliki daerahnya. Dengan demikian, generasi muda tidak hanya mengetahui potensi daerah dari cerita, tetapi juga memiliki pengalaman nyata yang membentuk rasa tanggung jawab untuk menjaga dan mengembangkannya.
Selain membahas penguatan sektor pariwisata, Bupati juga menyoroti pentingnya menjaga silaturahmi dan ketertiban di ruang publik. Ia menginstruksikan penertiban lalu lintas serta penataan pedagang di kawasan strategis agar tercipta suasana yang nyaman, tertib, dan ramah bagi wisatawan maupun masyarakat.
Langkah tersebut dinilai penting untuk mendukung citra Bojonegoro sebagai daerah yang aman dan nyaman dikunjungi. Penataan kawasan publik yang baik juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Dalam sambutannya, Bupati turut menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh elemen masyarakat yang selama ini mendukung jalannya pembangunan di Bojonegoro. Sinergi antara pemerintah dan warga, menurutnya, menjadi kunci keberhasilan dalam membangun infrastruktur sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Ia menegaskan komitmennya untuk terus memperbaiki pelayanan publik agar semakin responsif dan menyentuh kebutuhan masyarakat secara langsung.
Momentum Safari Ramadhan 1447 H ini juga dimanfaatkan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro sebagai ruang dialog dan penyerapan aspirasi warga. Melalui kegiatan tersebut, pemerintah dapat memastikan bahwa berbagai program strategis yang dirancang benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat di tingkat desa.
Dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah dan masyarakat, diharapkan pembangunan di Bojonegoro dapat berjalan berkelanjutan serta mampu meningkatkan kesejahteraan seluruh warga.(Hf)






