MADIUN — Pendekatan berbeda ditunjukkan Anggota DPRD Kota Madiun, Dimas Anta Karana, dalam menyerap aspirasi masyarakat. Tidak melalui forum formal atau pertemuan resmi, ia justru memilih turun langsung ke lapangan dengan menyamar sebagai pembeli biasa di lapak UMKM dan pedagang kaki lima (PKL).
Tanpa mengenakan atribut jabatan maupun pengawalan, kehadiran Dimas nyaris tak dikenali. Ia berkeliling dari satu lapak ke lapak lainnya, membeli berbagai dagangan sekaligus membuka obrolan santai dengan para pedagang.
Langkah ini sengaja dilakukan agar para pelaku usaha kecil dapat menyampaikan kondisi mereka secara jujur tanpa rasa canggung. Menurut Dimas, sekat antara pejabat dan masyarakat kerap membuat aspirasi tidak tersampaikan secara utuh.
“Saya ingin mendengar langsung apa yang mereka rasakan. Kalau mereka tahu saya anggota dewan, biasanya jadi tidak leluasa bercerita,” ujarnya, Sabtu (28/3/2026).
Dari interaksi tersebut, beragam persoalan berhasil dihimpun. Mulai dari menurunnya jumlah pembeli, keterbatasan permodalan, hingga kendala lokasi berjualan yang kurang strategis.
Tak hanya menyerap aspirasi, aksi tersebut juga menjadi bentuk dukungan nyata bagi para pelaku UMKM. Dengan memborong dagangan, Dimas berharap dapat membantu meningkatkan pendapatan harian para pedagang sekaligus memberi motivasi agar tetap bertahan di tengah tekanan ekonomi.
“Paling tidak, hari itu dagangan mereka habis terjual dan mereka merasa diperhatikan,” tambahnya.
Selain itu, Dimas juga berinisiatif mempromosikan produk para pedagang melalui jejaring yang dimilikinya, baik di media sosial maupun komunitas yang ia jangkau. Upaya ini diharapkan dapat memperluas pasar dan meningkatkan daya saing UMKM lokal.
Sejumlah pedagang mengaku terkejut setelah mengetahui identitas pembeli tersebut. Mereka mengapresiasi langkah yang dinilai sederhana namun menyentuh.
“Awalnya kami tidak tahu kalau beliau anggota dewan. Senang sekali karena mau turun langsung dan peduli dengan kami,” ujar salah satu pedagang.
Pendekatan yang dilakukan Dimas dinilai sebagai cara humanis dalam menjembatani aspirasi masyarakat. Tidak sekadar mendengar, tetapi juga hadir langsung dan memberikan dampak nyata.
Ke depan, ia berkomitmen untuk terus mengawal berbagai aspirasi yang telah dihimpun agar dapat diterjemahkan menjadi kebijakan yang berpihak pada UMKM dan PKL, sebagai tulang punggung perekonomian daerah.(Hf)






