BOJONEGORO — Tari Srampat Bojonegoro tampil memukau membuka rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-61 SMP Negeri 1 Padangan sekaligus peresmian gedung baru sekolah, Sabtu (22/8/2026).
Tarian khas Bojonegoro itu menjadi suguhan pembuka yang menyita perhatian tamu undangan. Dengan gerakan yang dinamis dan nuansa budaya lokal yang kuat, Tari Srampat mengawali acara yang berlangsung meriah sekaligus penuh makna bagi keluarga besar SMP Negeri 1 Padangan.
Penampilan tersebut bukan sekadar hiburan pembuka. Tari Srampat menjadi bagian dari upaya menghadirkan seni dan budaya daerah dalam momentum penting pendidikan. Pesan tentang pentingnya menjaga budaya lokal berpadu dengan semangat sekolah dalam mencetak generasi muda yang berkarakter.
Suasana semakin istimewa dengan kehadiran Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia (Menko PMK) Pratikno. Alumni SMP Negeri 1 Padangan tersebut melakukan kunjungan ke sekolah yang pernah menjadi bagian penting dalam perjalanan pendidikannya.
Mengusung tema “Enam Dekade Mendidik dengan Hati, Satu Tekad Membangun Negeri”, peringatan HUT ke-61 tersebut dirangkai dengan peresmian gedung dan sejumlah fasilitas baru SMP Negeri 1 Padangan.
Turut hadir Bupati Bojonegoro Setyo Wahono bersama Ketua TP PKK Kabupaten Bojonegoro Cantika Wahono, Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah, jajaran Forkopimda, Forkopimcam Padangan, pimpinan dan anggota DPRD Kabupaten Bojonegoro, Sekretaris Daerah beserta jajaran Asisten Daerah, kepala perangkat daerah terkait, pengawas sekolah, tenaga pendidik, komite sekolah, serta keluarga besar dan alumni SMP Negeri 1 Padangan.
Setelah penampilan Tari Srampat, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan peresmian gedung baru. Kehadiran fasilitas tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas lingkungan belajar sekaligus memberikan ruang yang lebih layak bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan mereka.
Kepala SMP Negeri 1 Padangan periode 2022–2026, Sucipto, S.Pd., MM., menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan terhadap pembangunan dan kemajuan sekolah.
Menurutnya, fasilitas yang semakin baik harus diiringi dengan peningkatan kualitas pendidikan. Gedung baru diharapkan tidak hanya menjadi perubahan secara fisik, tetapi juga mampu mendorong peningkatan prestasi dan perkembangan siswa.
Apresiasi terhadap pembangunan fasilitas pendidikan tersebut juga disampaikan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Republik Indonesia. Menteri PU RI yang diwakili Plt. Direktur Jenderal Prasarana Strategis Kementerian PU RI, Kuswara, ST., MA., mengapresiasi dukungan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro sehingga pembangunan fasilitas sekolah dapat terwujud.
“Apresiasi setinggi-tingginya kepada Bapak Bupati dan jajaran sehingga pembangunan fasilitas sekolah ini dapat terwujud. Kita bersyukur hari ini dapat melihat fasilitas pendidikan yang sudah dibangun,” ujarnya.
Namun, Kuswara mengingatkan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh bangunan dan fasilitas.
“Keberhasilan bukan hanya dilihat dari fasilitasnya, tetapi juga dari kualitasnya,” tegasnya.
Karena itu, fasilitas baru harus dimanfaatkan untuk menciptakan proses belajar yang lebih baik. Guru juga diharapkan semakin meningkatkan kualitas pembelajaran sehingga siswa dapat berkembang secara optimal.
Pesan serupa disampaikan Pratikno. Sebagai alumni, kunjungannya menjadi momen istimewa bagi keluarga besar SMP Negeri 1 Padangan. Ia tidak hanya bernostalgia dengan almamater, tetapi juga membawa pesan tentang pentingnya pendidikan yang membentuk manusia secara utuh.
Pratikno menegaskan bahwa sekolah tidak boleh hanya berorientasi pada kecerdasan akademik. Anak-anak harus tumbuh menjadi pribadi yang sehat secara fisik, kuat secara mental, mampu bersosialisasi, serta memiliki karakter.
“Anak-anak harus pintar, tetapi kita juga harus mencetak manusia yang kuat dan tangguh. Fisik penting, tetapi mental juga sangat penting,” tegasnya.
Menurut Pratikno, tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini semakin kompleks. Perkembangan teknologi dan media sosial harus diimbangi dengan pendampingan orang tua dan guru agar tidak berdampak negatif terhadap perkembangan anak.
Ia juga mengingatkan agar penggunaan telepon seluler dan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dilakukan secara bijak. Teknologi, kata dia, harus menjadi alat bantu belajar, bukan menggantikan kemampuan anak dalam berpikir dan menganalisis.
Di tengah perkembangan teknologi tersebut, Pratikno menilai peran guru justru semakin penting. Guru bukan sekadar pengajar mata pelajaran, tetapi juga sosok yang mendampingi dan membentuk karakter siswa selama berada di lingkungan sekolah.
“Guru bukan hanya pengajar akademik. Guru adalah orang tua anak selama mereka berada di sekolah,” ungkapnya.
Pratikno berharap SMP Negeri 1 Padangan terus melahirkan generasi yang tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga memiliki kemampuan sosial, mental yang kuat, karakter baik, serta kecintaan terhadap budaya.
Semangat tersebut seakan telah ditampilkan sejak awal acara melalui Tari Srampat. Kesenian daerah yang membuka peringatan HUT ke-61 itu menjadi simbol bahwa pendidikan dan kebudayaan dapat berjalan beriringan dalam membentuk generasi yang cerdas sekaligus berkarakter.
Dengan gedung baru, semangat guru, dukungan pemerintah, serta keterlibatan alumni, SMP Negeri 1 Padangan diharapkan terus menjadi ruang tumbuh bagi generasi muda Bojonegoro untuk belajar, berkarya, menjaga budaya, dan mempersiapkan diri menyongsong masa depan.


