BOJONEGORO – Pemerintah Kabupaten Bojonegoro resmi mencanangkan Program Desa CANTIK (Cinta Statistik) Tahun 2026 sebagai langkah memperkuat tata kelola data desa sekaligus mendorong pengembangan potensi unggulan di setiap wilayah kecamatan. Kegiatan pencanangan berlangsung di Ruang Angling Dharma, Gedung Pemkab Bojonegoro, Rabu (15/4/2026).
Dalam acara tersebut, Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah menegaskan bahwa penguatan data statistik desa harus berjalan beriringan dengan pengembangan potensi unggulan desa guna menghadapi berbagai tantangan global yang semakin dinamis.
Menurutnya, sesuai arahan Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, seluruh kecamatan di Bojonegoro diharapkan memiliki produk dan keunggulan khas masing-masing sebagai identitas wilayah.
“Tiga desa yang hari ini mendapatkan penghargaan menjadi contoh awal karena memiliki karakteristik unggulan berbeda. Desa Rendeng Kecamatan Malo memiliki potensi gerabah, Desa Pakuwon Kecamatan Sumberejo unggul dalam sumber daya air bersih, dan Desa Sonorejo Kecamatan Padangan dengan potensi wisatanya,” ujar Nurul Azizah.
Ia menambahkan, pembangunan desa berbasis potensi lokal menjadi salah satu strategi penting dalam mendukung pembangunan daerah berkelanjutan. Selain itu, desa juga dituntut mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman dan tantangan global.
“Terima kasih kepada desa-desa yang telah memulai menjadi unggulan di masing-masing kecamatan sesuai arahan Bapak Bupati. Saat ini sudah ada tiga desa, ke depan 25 kecamatan lainnya harus memiliki keunggulan masing-masing,” tambahnya.
Wabup Nurul juga menyinggung hasil musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) yang saat ini diselaraskan dengan berbagai isu strategis nasional maupun internasional, termasuk dinamika politik global yang berdampak pada pembangunan daerah.
Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Bojonegoro, Syawaluddin Siregar, menjelaskan bahwa Program Desa CANTIK telah berjalan sejak tahun 2021 dan terus berkembang hingga sekarang.
Selama kurun waktu tersebut, sebanyak 13 desa telah mendapatkan pelatihan intensif terkait pengelolaan statistik desa. Pada tahun 2026 ini, tiga desa tambahan resmi ditetapkan sebagai Desa Cinta Statistik.
“Desa Rendeng Kecamatan Malo, Desa Pakuwon Kecamatan Sumberejo, dan Desa Sonorejo Kecamatan Padangan resmi menjadi desa ke-14, ke-15, dan ke-16 yang menyandang status Desa Cinta Statistik Kabupaten Bojonegoro,” jelas Syawaluddin.
Ia menegaskan, desa memiliki peran strategis sebagai produsen data dasar dalam pembangunan. Karena itu, kualitas data desa harus terus ditingkatkan agar kebijakan pemerintah dapat tepat sasaran.
Menurutnya, penguatan kualitas data dilakukan melalui standarisasi metadata, peningkatan literasi aparatur desa dalam proses bisnis statistik, serta integrasi teknologi informasi.
“Desa CANTIK bukan beban administrasi bagi desa, tetapi investasi jangka panjang. Kita ingin mengubah paradigma bahwa desa bukan sekadar objek pendataan, tetapi subjek utama pengelola data, karena yang paling memahami kondisi desa adalah masyarakat desa itu sendiri,” tegasnya.
Pada kesempatan tersebut, Pemkab Bojonegoro juga menyerahkan Piagam Penghargaan Desa Cinta Statistik kepada tiga desa penerima serta penghargaan kepada Agen Statistik Program Desa CANTIK, yakni Robert dari Desa Rendeng, Ahmad dari Desa Pakuwon, dan Anang dari Desa Sonorejo.
Dengan pencanangan ini, Pemkab Bojonegoro berharap semakin banyak desa yang mampu memanfaatkan data statistik secara optimal untuk mendukung pembangunan berbasis potensi lokal dan kebutuhan masyarakat.(Hf)






