Daerah  

Menko Pangan Zulkifli Hasan Kunjungi Bojonegoro, Pastikan Stabilitas Pangan dan Percepatan Program MBG

imamjoss22
1000270364 copy 556x313

BOJONEGORO — Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan melakukan kunjungan kerja ke sejumlah titik di Kabupaten Bojonegoro, Jumat (10/4/2026). Kunjungan ini bertujuan memastikan ketersediaan pangan nasional tetap aman serta mendorong percepatan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya di lembaga pendidikan berbasis keagamaan.

Salah satu lokasi yang dikunjungi adalah Pondok Pesantren Al-Rosyid di Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander. Dalam agenda tersebut, Menko Pangan didampingi oleh Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah.

Dalam sambutannya, Zulkifli Hasan menegaskan bahwa dirinya mendapat mandat langsung dari Presiden Prabowo Subianto untuk memastikan stabilitas pangan nasional. Fokus utama tidak hanya pada ketersediaan bahan pangan, tetapi juga mencakup distribusi pupuk bagi petani serta pengawalan harga gabah yang telah ditetapkan sebesar Rp6.500 per kilogram.

Selain itu, ia menyoroti pentingnya percepatan program Makan Bergizi Gratis (MBG), terutama di lingkungan pendidikan keagamaan seperti pondok pesantren. Menurutnya, program ini menjadi bagian strategis dalam mencetak generasi sehat dan berkualitas menuju Indonesia Emas 2045.

Zulkifli Hasan juga menyinggung program Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) yang diarahkan untuk memperkuat ekonomi masyarakat desa. Program ini diprioritaskan bagi petani, peternak, dan nelayan guna menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di daerah.

“Ini yang diperjuangkan oleh Presiden. Kita ingin memastikan seluruh program berjalan dengan baik demi kesejahteraan rakyat. Harga sembako juga harus tetap stabil, bahkan diupayakan turun. Karena itu kami turun langsung ke lapangan untuk memastikan kondisi riil,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Nurul Azizah menyampaikan bahwa Pemerintah Kabupaten Bojonegoro telah menindaklanjuti berbagai kebijakan pusat, termasuk dalam upaya efisiensi anggaran dan penghematan energi melalui gerakan bersepeda (bike to work).

Ia juga mengungkapkan bahwa pembangunan Koperasi Desa Merah Putih telah mencapai 412 desa dari total 419 desa di Bojonegoro. Tujuh desa yang belum terealisasi masih menghadapi kendala lahan, namun ditargetkan rampung seluruhnya pada Juli 2026.

Di sektor stabilisasi harga dan ketahanan pangan, Pemkab Bojonegoro aktif menggelar pasar murah, melakukan sidak distribusi LPG, serta menyiapkan langkah mitigasi menghadapi musim kemarau panjang. Salah satu solusi yang tengah diupayakan adalah bantuan infrastruktur perpipaan air untuk mendukung kebutuhan petani.

“Mitigasi kemarau menjadi perhatian serius. Kami berupaya menghadirkan solusi bersama, termasuk bantuan air dan pupuk bagi petani,” ujar Nurul.

Dalam kesempatan yang sama, Pimpinan Ponpes Al-Rosyid, K.H. Alamul Huda, menyampaikan apresiasi atas kunjungan Menko Pangan. Ia menilai kehadiran pemerintah menjadi motivasi bagi para santri sebagai bagian dari generasi penerus bangsa.

Menurutnya, para santri juga menjadi penerima manfaat langsung program MBG, yang diharapkan mampu mendukung tumbuhnya generasi unggul menuju visi Indonesia Emas 2045.

“Santri adalah bagian dari generasi penerus. Kami berdoa dan berusaha agar dari sini lahir pemimpin masa depan, baik presiden, menteri, maupun kepala daerah,” ungkapnya.

Kunjungan kerja kemudian dilanjutkan ke Pondok Pesantren Al-Aziz di Desa Sumbertlaseh, Kecamatan Dander, dengan agenda kegiatan bazar pasar murah sebagai bentuk intervensi langsung dalam menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok di masyarakat.(Hf)