Daerah  

GOW Bojonegoro Perkuat Peran Perempuan sebagai Motor Pembangunan Daerah

imamjoss22
Nap94Vn1Tt5W5JT4

BOJONEGORO — Peran strategis perempuan dalam mendorong pembangunan daerah kembali ditegaskan melalui sinergi Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Bojonegoro. Melalui kolaborasi lintas organisasi, perempuan didorong tidak hanya sebagai pendamping, tetapi juga sebagai penggerak utama dalam menjawab berbagai tantangan sosial, ekonomi, hingga pendidikan. Komitmen tersebut ditegaskan dalam kegiatan yang berlangsung di Pendopo Malowopati, Senin (6/4/2026).

Pembina GOW Kabupaten Bojonegoro, Nurul Azizah, dalam arahannya menekankan pentingnya keterlibatan semua pihak dalam mendukung program prioritas pemerintah daerah, khususnya di bidang pendidikan. Ia mengungkapkan bahwa pada tahun 2026 masih terdapat 5.610 anak usia sekolah yang belum mengenyam pendidikan.

“Target Bapak Bupati di tahun 2026 ini semua anak harus sekolah. Karena itu, para calon kepala sekolah diberikan target kinerja untuk memastikan tidak ada lagi anak yang tertinggal dari pendidikan,” ujar Nurul, yang juga menjabat sebagai Wakil Bupati Bojonegoro.

Selain itu, Nurul Azizah juga mengingatkan pentingnya efisiensi energi dan biaya di tengah potensi tantangan ke depan. Berdasarkan data BMKG, tahun 2026 diperkirakan akan mengalami kemarau panjang yang dimulai akhir April hingga Oktober. Kondisi ini, ditambah dengan tren kenaikan harga BBM dunia, dinilai berpotensi memengaruhi daya beli masyarakat.

Sebagai langkah antisipasi, pemerintah daerah mendorong penerapan gaya hidup hemat energi. Salah satunya melalui kebijakan penggunaan sepeda bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) setiap hari Senin untuk jarak tertentu. Selain itu, ASN juga didorong memanfaatkan lahan dengan menanam cabai dan sayuran guna memperkuat ketahanan pangan keluarga.

Sementara itu, Ketua GOW Kabupaten Bojonegoro, Cantika Wahono, menyampaikan bahwa momentum ini juga menjadi ajang penguatan nilai spiritual, semangat perjuangan, serta silaturahmi antarperempuan.

“Perempuan bukan hanya sebagai pendamping, tetapi juga sebagai penggerak dan penentu arah pembangunan,” ungkapnya.

Ia menambahkan, GOW yang menaungi sekitar 47 organisasi wanita menjadi ruang strategis untuk bersinergi dalam mendorong perempuan Bojonegoro agar semakin berdaya, mandiri, dan bermakna.

Dalam kesempatan tersebut, Cantika Wahono juga menegaskan tiga hal penting, yakni memperkuat solidaritas, meningkatkan kapasitas diri, serta menghadirkan dampak nyata.

“Tidak ada perempuan hebat yang berjalan sendiri. Kita harus saling menguatkan, terus belajar baik hard skill maupun soft skill, serta memastikan setiap peran yang dijalankan membawa manfaat bagi keluarga, masyarakat, dan lingkungan,” pungkasnya.

Melalui kegiatan ini, seluruh organisasi wanita di Kabupaten Bojonegoro diharapkan semakin solid dan mampu berkontribusi aktif dalam mendukung pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan.(Hms/Hf)