Misteri Pembongkaran Makam “Boru Putih” Gegerkan Warga Sumberarum Dander

imamjoss22
1a5d0f36cd267657477d2f4b0b04336836a90cb7276290d3c187c364a199bf36.0

BOJONEGORO – Suasana tenang dini hari di Desa Sumberarum, Kecamatan Dander, mendadak berubah mencekam setelah terungkapnya peristiwa pembongkaran makam yang terjadi pada Rabu (25/03/2026) sekitar pukul 01.00 WIB. Kejadian ini sontak membuat warga setempat resah dan bertanya-tanya terkait motif di balik aksi misterius tersebut.

Makam yang menjadi sasaran diketahui merupakan makam yang oleh warga sekitar dikenal dengan sebutan “Boru Putih”. Aksi pembongkaran pertama kali diketahui oleh seorang warga yang saat itu memergoki aktivitas mencurigakan di area pemakaman desa.

Mengetahui aksinya terendus, pelaku yang hingga kini belum diketahui identitasnya langsung melarikan diri ke arah area gelap sebelum sempat diamankan warga. Upaya pengejaran sempat dilakukan, namun pelaku berhasil lolos.

Dari hasil penelusuran, makam tersebut diketahui milik seorang perempuan asal Desa Kunci, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro. Almarhumah diketahui baru dimakamkan pada Kamis Pon, 12 Maret 2026 sekitar pukul 17.00 WIB.

Dalam penanggalan Jawa, waktu pemakaman tersebut telah memasuki malam Jumat Wage, yang oleh sebagian masyarakat diyakini memiliki nilai spiritual tertentu. Hal ini kemudian memunculkan dugaan di kalangan warga bahwa pembongkaran makam berkaitan dengan praktik-praktik ilmu tertentu yang memanfaatkan momen tersebut.

Meski demikian, hingga saat ini belum ada kepastian mengenai motif pelaku. Aparat kepolisian masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengungkap pelaku dan latar belakang kejadian tersebut.

Warga setempat juga mengungkapkan bahwa pada umumnya keluarga almarhum akan melakukan penjagaan makam hingga 40 hari setelah pemakaman. Namun, pada malam kejadian, makam tersebut diketahui tidak dalam pengawasan, sehingga diduga dimanfaatkan oleh pelaku untuk menjalankan aksinya.

Peristiwa ini tidak hanya menimbulkan tanda tanya, tetapi juga keresahan di tengah masyarakat. Warga berharap pihak berwenang dapat segera mengungkap pelaku dan memastikan keamanan lingkungan, agar kejadian serupa tidak kembali terulang di kemudian hari.(Hf)