BOJONEGORO – Kebakaran melanda sebuah rumah milik warga di Dusun Takolan, RT 01/RW 08, Desa Kendung, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro, Selasa malam (10/3/2026). Peristiwa tersebut menghanguskan satu unit rumah beserta seluruh isinya dengan total kerugian ditaksir mencapai Rp150 juta.
Kebakaran pertama kali dilaporkan oleh Kepala Desa Kendung, Mulyadi Widodo (42), kepada Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Bojonegoro. Berdasarkan laporan, api diperkirakan mulai muncul sekitar pukul 22.35 WIB.
Petugas Damkarmat dari Pos Kedungadem menerima laporan kebakaran pada pukul 23.00 WIB dan langsung bergerak menuju lokasi kejadian pada pukul 23.03 WIB. Dengan jarak tempuh sekitar 7 kilometer, petugas tiba di tempat kejadian kebakaran pada pukul 23.10 WIB.
Kepala regu bersama personel Damkarmat segera melakukan upaya pemadaman dan pendinginan untuk mencegah api merembet ke bangunan lain di sekitar lokasi. Setelah berjibaku selama beberapa jam, api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 01.30 WIB.
Rumah yang terbakar diketahui milik Suwarti (59), seorang petani yang tinggal di Dusun Takolan, Desa Kendung. Rumah berukuran 5 x 11 meter tersebut habis dilalap api bersama sejumlah barang berharga di dalamnya, termasuk sepeda motor dan berbagai perabot rumah tangga.
Meski satu rumah hangus terbakar, petugas Damkarmat berhasil menyelamatkan sejumlah aset di sekitar lokasi kejadian. Di antaranya rumah milik Wito berukuran 6 x 12 meter dengan empat penghuni, rumah milik Tasmo berukuran 8 x 25 meter dengan dua penghuni, rumah milik Joko Mulyono berukuran 8 x 25 meter dengan delapan penghuni, serta rumah milik Sunarto berukuran 11 x 35 meter yang dihuni lima orang.
Total nilai aset yang berhasil diselamatkan diperkirakan mencapai Rp1,1 miliar. Selain itu, sebanyak 20 jiwa yang berada di sekitar lokasi juga berhasil diselamatkan dari potensi bahaya kebakaran.
Dalam proses pemadaman, Damkarmat Bojonegoro mengerahkan dua unit mobil pemadam kebakaran, masing-masing dari Pos Kedungadem dan Pos Baureno, dengan dukungan enam personel petugas.
Berdasarkan hasil sementara di lapangan, kebakaran diduga disebabkan oleh konsleting arus listrik. Beruntung dalam peristiwa ini tidak terdapat korban luka maupun korban jiwa.
Proses penanganan kebakaran juga melibatkan berbagai pihak, di antaranya Koramil Kedungadem, Polsek Kedungadem, Satpol PP Kecamatan Kedungadem, serta masyarakat setempat yang turut membantu proses pemadaman.
Usai kejadian, petugas Damkarmat juga memberikan sosialisasi kepada warga sekitar mengenai cara mencegah kebakaran, langkah penanganan awal saat terjadi kebakaran, serta bahaya pembakaran lahan. Selain itu, masyarakat juga diberikan pemahaman mengenai tugas pokok dan fungsi Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bojonegoro.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih waspada terhadap potensi kebakaran, terutama yang disebabkan oleh instalasi listrik di rumah.






