SURABAYA – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Persatuan Jurnalis Indonesia (PJI) menggelar kegiatan sosial berbagi takjil kepada para pengguna jalan pada hari ke-17 bulan suci Ramadhan. Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 1.100 paket takjil dibagikan kepada masyarakat di depan Marina Plaza Surabaya, Sabtu (7/3/2026).
Aksi berbagi ini merupakan agenda rutin yang setiap tahun dilaksanakan oleh PJI selama bulan Ramadhan. Kegiatan tersebut menjadi wujud kepedulian organisasi terhadap masyarakat, khususnya para pengendara yang masih berada di perjalanan saat waktu berbuka puasa tiba.
Ketua Umum PJI, Hartanto Boechori, turut hadir langsung dalam kegiatan tersebut. Ia bersama para pengurus dan anggota PJI tampak turun ke jalan untuk membagikan takjil kepada para pengguna jalan yang melintas di kawasan Marina Plaza.
Selain dihadiri jajaran pengurus pusat, kegiatan tersebut juga diikuti oleh sejumlah pengurus PJI dari berbagai daerah serta anggota PJI yang berada di Surabaya. Kehadiran para anggota dari berbagai wilayah sekaligus menjadi momentum untuk mempererat hubungan antar jurnalis yang tergabung dalam organisasi tersebut.
Setelah kegiatan pembagian takjil selesai, acara dilanjutkan dengan buka puasa bersama yang diikuti seluruh pengurus dan anggota PJI yang hadir. Suasana kebersamaan dan kekeluargaan tampak terasa dalam momen tersebut.
Tidak hanya itu, kegiatan juga dilanjutkan dengan rapat koordinasi guna mempersiapkan pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) PJI yang direncanakan akan digelar pada bulan Agustus 2026 mendatang. Rapat ini menjadi bagian dari upaya organisasi dalam mematangkan berbagai agenda penting yang akan dibahas dalam Munas.
Dalam kesempatan yang sama, DPP PJI juga melakukan pembagian Kartu Tanda Anggota (KTA) serta pin organisasi kepada para anggota PJI sebagai bentuk legalitas dan identitas resmi keanggotaan dalam organisasi.
Ketua Umum PJI, Hartanto Boechori, menjelaskan bahwa keberadaan organisasi jurnalis memiliki peran penting dalam membina dan mendidik para wartawan, khususnya bagi mereka yang baru terjun di dunia jurnalistik.
Menurutnya, organisasi profesi menjadi wadah yang strategis untuk membimbing para wartawan agar tetap menjaga profesionalitas dalam menjalankan tugasnya serta selalu mematuhi kode etik jurnalistik.
“Organisasi jurnalis memiliki peran penting untuk membimbing para wartawan agar selalu menjaga profesionalitas dan mematuhi kode etik jurnalistik dalam menjalankan tugasnya,” ujarnya.
Hartanto juga berharap seluruh anggota PJI dapat terus menjaga kekompakan serta soliditas organisasi. Ia menegaskan bahwa PJI harus terus berkontribusi dalam meningkatkan kualitas jurnalisme di Indonesia.
Ia menambahkan, keberadaan PJI juga telah mendapatkan pengakuan secara tertulis dari Ketua Dewan Pers. Hal tersebut menjadi motivasi bagi seluruh anggota untuk terus menjaga marwah organisasi serta meningkatkan kualitas kerja jurnalistik.
“Harapan kami, PJI tetap kompak dan terus berkontribusi dalam meningkatkan kualitas jurnalisme di Indonesia,” tambahnya.
Melalui kegiatan ini, PJI berharap dapat mempererat silaturahmi antar anggota sekaligus memperkuat komitmen organisasi dalam menjalankan perannya sebagai organisasi profesi jurnalis yang menjunjung tinggi etika, profesionalitas, serta integritas dalam dunia pers.
Di akhir pertemuan, Hartanto Boechori kembali menegaskan bahwa kegiatan seperti ini tidak hanya menjadi ajang berbagi kepada masyarakat, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkuat kebersamaan dan solidaritas di antara para jurnalis.(Hf)






