Daerah  

Safari Ramadan di Masjid Samin Baitul Muttaqin, Pemkab Bojonegoro Gelar Gerakan Pangan Murah

imamjoss22
1000237856 copy 1202x901

BOJONEGORO – Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro kembali menunjukkan komitmennya dalam menjaga stabilitas harga bahan pokok melalui kegiatan Safari Ramadan. Kali ini, kegiatan dipusatkan di Masjid Samin Baitul Muttaqin, Kecamatan Margomulyo, Selasa (3/3/2026), dengan menghadirkan program Gerakan Pangan Murah dan Operasi Pasar Murah.

Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, menyampaikan apresiasi kepada seluruh dinas terkait yang telah menyukseskan kegiatan tersebut. Menurutnya, stabilitas harga pangan menjadi faktor penting dalam menciptakan ketenangan masyarakat selama menjalankan ibadah puasa, khususnya saat kebutuhan rumah tangga meningkat menjelang Lebaran.

“Stabilitas harga pangan adalah kunci utama ketenangan masyarakat dalam menjalankan ibadah di bulan suci. Harga bahan pokok yang terjangkau sangat membantu menjaga daya beli warga di tengah fluktuasi harga musiman,” ujarnya.

Dalam program Gerakan Pangan Murah tersebut, sejumlah kebutuhan pokok dijual dengan harga di bawah pasaran. Di antaranya beras SPHP seharga Rp55.000 per 5 kilogram, telur ayam Rp28.000 per kilogram, Minyakita Rp15.000 per liter, gula pasir Rp15.000 per kilogram, bawang merah Rp8.000 per seperempat kilogram, bawang putih Rp7.000 per seperempat kilogram, serta cabai campur Rp5.000 per paket.

Bupati berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara masif dan merata di berbagai kecamatan di Kabupaten Bojonegoro. Ia menekankan pentingnya sinergi antar dinas dalam memantau rantai pasok dan distribusi pangan guna mencegah lonjakan harga yang ekstrem ketika permintaan meningkat tajam menjelang Hari Raya Idulfitri.

“Semoga dengan adanya stabilitas harga ini, masyarakat Bojonegoro dapat menjalankan sisa Ramadan dengan lebih tenang dan menyambut Idulfitri dengan penuh kebahagiaan tanpa terbebani harga pangan yang tinggi,” tutupnya.

Sementara itu, Kustiah, warga Desa Sumberejo, Kecamatan Margomulyo, mengaku sangat terbantu dengan adanya program tersebut. Ia menyebut selisih harga yang lebih murah sangat berarti bagi pengeluaran rumah tangga.

“Sebagai ibu rumah tangga, selisih seribu atau dua ribu rupiah itu sangat berarti untuk dapur kami,” katanya.

Ia pun berharap kegiatan Gerakan Pangan Murah dapat rutin digelar, terutama saat harga kebutuhan pokok di pasaran mengalami kenaikan.(Hms/Hf)