Daerah  

Bupati Setyo Wahono Ajak Insan Pers Perkuat Sinergi Bangun Bojonegoro

imamjoss22
IMG 20260228 WA0026 copy 716x537

BOJONEGORO – Suasana hangat dan penuh keakraban mewarnai silaturahmi serta buka puasa bersama antara Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dan insan pers yang tergabung dalam organisasi profesi maupun organisasi perusahaan pers yang diakui Dewan Pers. Kegiatan yang juga melibatkan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) tersebut digelar di Pendopo Malowopati, Jumat (27/2/2026).

Acara ini tidak sekadar menjadi ajang berbagi kebersamaan di bulan Ramadan, tetapi juga momentum strategis untuk memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dan media dalam mengawal pembangunan melalui penyampaian informasi yang akurat, berimbang, dan konstruktif.

Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh insan pers atas dukungan dan kolaborasi yang selama ini terjalin. Ia menegaskan bahwa media memiliki peran penting sebagai mitra strategis pemerintah sekaligus menjalankan fungsi kontrol sosial.

“Media adalah sahabat sekaligus mitra strategis pemerintah. Fungsi kontrol sosial dari pers sangat kami hargai sebagai bagian dari upaya bersama membangun Bojonegoro,” ujar Bupati Wahono.

Ia mengungkapkan bahwa sebelumnya telah menginstruksikan kepada seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) agar bersikap terbuka dan kooperatif terhadap media dalam menjalankan tugas jurnalistiknya. Menurutnya, keterbukaan informasi menjadi kunci terciptanya kebijakan publik yang tepat dan responsif.

“Jalur kepemimpinan kami adalah jalur bahagia, penuh cinta, dan semangat. Namun tentu semua ada batasannya yang tertuang dalam Kode Etik dan Undang-Undang Pers. Kami akan merespons cepat setiap informasi yang masuk demi perbaikan kebijakan publik,” tegasnya.

Bupati Wahono juga menitipkan pesan agar media senantiasa menyajikan informasi yang benar dan terverifikasi sehingga pemerintah tidak keliru dalam mengambil keputusan. Ia mengajak seluruh awak media untuk menjauhi penyebaran fitnah, berita bohong (hoaks), maupun ujaran kebencian yang berpotensi memecah belah masyarakat.

Lebih jauh, ia berharap media dapat menjadi instrumen perekat sosial sekaligus sarana edukasi publik demi terwujudnya Kabupaten Bojonegoro yang lebih bahagia, makmur, dan membanggakan.

Sementara itu, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bojonegoro, Sasmito Anggoro, dalam sambutannya menyoroti dinamika dan tantangan profesi jurnalis di era digital. Ia menyampaikan bahwa meskipun tugas jurnalis sangat berat, profesi ini kerap dipandang sebelah mata.

“Kita boleh mengkritik, tapi tidak boleh merusak. Pers harus memberikan masukan yang solutif untuk membangun Bojonegoro bersama,” ujarnya.

Sasmito juga menyinggung fenomena penggunaan kecerdasan buatan (AI) oleh sebagian oknum wartawan untuk menulis berita tanpa melalui proses jurnalistik yang benar. Menurutnya, praktik tersebut berpotensi melanggar kode etik jurnalistik karena tidak melalui tahapan verifikasi dan peliputan yang semestinya.

Ia berharap Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dapat berkolaborasi dengan organisasi wartawan untuk menggelar Uji Kompetensi Wartawan (UKW) secara berkelanjutan. Langkah tersebut dinilai penting guna membentuk karakter jurnalis yang profesional, berintegritas, dan mampu menjaga kualitas informasi di tengah arus digitalisasi.

Melalui kegiatan silaturahmi dan buka puasa bersama ini, diharapkan terjalin komunikasi yang semakin harmonis antara pemerintah daerah dan insan pers. Sinergi yang kuat diyakini akan menjadi fondasi penting dalam menghadirkan informasi yang mencerahkan serta mendukung pembangunan Bojonegoro yang berkelanjutan.(Hf)