Daerah  

Wakil Bupati Nurul Azizah Lantik FKP Bojonegoro, Tegaskan Disiplin Pemimpin dan Dorong Lompatan Ekonomi Daerah

imamjoss22
RQIBODSe6vkCiMGe

BOJONEGORO – Komitmen Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dalam memperkuat peran pemuda sebagai motor penggerak ekonomi kembali ditegaskan. Melalui pelantikan Pengurus Forum Kewirausahaan Pemuda (FKP) DPD Kabupaten Bojonegoro yang dirangkaikan dengan Sosialisasi Entrepreneurship Challenge Academy (ECA) Kementerian Pemuda dan Olahraga RI, Senin (9/2/2026) di Pendopo Malowopati, semangat membangun ekosistem kewirausahaan muda digaungkan secara nyata.

Wakil Bupati Bojonegoro, Nurul Azizah, yang hadir dan memberikan arahan secara langsung, menekankan bahwa keberhasilan sebuah organisasi sangat ditentukan oleh kedisiplinan serta keaktifan para pengurusnya, terutama sosok pemimpin.

“Ketika organisasi ingin maju, kita harus rajin, tidak boleh bermalas-malasan, terutama ketua atau pemimpinnya. Dari pemimpin yang aktif dan disiplin, organisasi akan bergerak dan berkembang,” tegasnya.

Menurut Wakil Bupati, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) pemuda memiliki dampak langsung terhadap pertumbuhan ekonomi daerah. Ia mengingatkan bahwa pemerintah pusat menargetkan pertumbuhan ekonomi nasional di atas enam persen. Sementara itu, Kabupaten Bojonegoro ditargetkan mampu mencapai minimal 5,6 persen, sedangkan capaian saat ini masih berada di angka 3,8 persen.

“Kita harus bekerja lebih keras. Pemuda harus menjadi bagian dari solusi. Jika wirausaha tumbuh, lapangan kerja terbuka, maka pertumbuhan ekonomi Bojonegoro juga akan meningkat,” ujarnya.

Sebagai bentuk dukungan konkret terhadap geliat wirausaha muda, Wakil Bupati Nurul Azizah mengumumkan rencana penyelenggaraan Bazar Ramadan bagi pelaku usaha muda Bojonegoro.

“InsyaAllah bulan Ramadan ini Pemkab Bojonegoro akan membuatkan bazar Ramadan untuk para wirausaha muda di sekitar Taman Mbah Balok, di salah satu sisi jalan,” tandasnya.

Selain mendorong kewirausahaan, Wakil Bupati juga menekankan pentingnya sinergi lintas perangkat daerah dalam mengatasi berbagai persoalan strategis, seperti pengangguran, kemiskinan, peningkatan kualitas kesehatan, serta dukungan terhadap program nasional. Salah satunya adalah program Sekolah Rakyat yang telah dilaksanakan di Bojonegoro dengan menjangkau 200 anak dari keluarga desil 1–4 secara gratis.

Sementara itu, Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Bojonegoro, Arief Nanang Sugianto, menjelaskan bahwa Forum Kewirausahaan Pemuda merupakan hasil reformasi dari wadah sebelumnya, Young Entrepreneurship Bojonegoro. Organisasi tersebut kini dilebur menjadi FKP agar lebih terintegrasi, terstruktur, dan berkelanjutan.

“Pembentukan FKP ini bertujuan untuk meningkatkan Indeks Pembangunan Pemuda, memperkuat ekosistem kewirausahaan, serta mendorong kontribusi nyata pemuda dalam pertumbuhan ekonomi daerah dan pembangunan kepemudaan tahun 2026,” jelasnya.

Kegiatan yang dimulai pukul 09.30 WIB tersebut diawali dengan pembacaan doa dan penayangan video profil kewirausahaan pemuda Bojonegoro. Acara turut dihadiri kepala perangkat daerah atau yang mewakili, di antaranya Dinas Peternakan, Dinas PMD, Dinas Pertanian, Dinas Perindustrian dan Ketenagakerjaan, Dinas Pendidikan, serta Dinas Penanaman Modal dan PTSP.

Sebanyak 80 pemuda berprestasi mengikuti kegiatan ini, bersama 22 peserta kategori khusus dan 8 pemuda pemula yang terpilih sebagai finalis Entrepreneur Muda Pemula (ECA).

Melalui pelantikan FKP dan sosialisasi ECA ini, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro berharap lahir semakin banyak wirausaha muda tangguh yang mampu memperkuat ekonomi daerah serta membawa Bojonegoro menuju pertumbuhan yang lebih tinggi dan berkelanjutan.(Hf)