BOJONEGORO – Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Bojonegoro kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung kemajuan perajin lokal dengan berpartisipasi dalam ajang pameran kerajinan terbesar di Asia Tenggara, INACRAFT 2026. Kegiatan bergengsi ini digelar pada 4–8 Februari 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta.
Ketua Dekranasda Kabupaten Bojonegoro, Cantika Wahono, memimpin langsung delegasi perajin yang membawa beragam produk unggulan khas daerah. Keikutsertaan Bojonegoro tahun ini tidak sekadar untuk memamerkan karya, tetapi mengusung misi strategis: membuktikan bahwa produk hasil tangan perempuan Bojonegoro mampu bersaing di pasar nasional maupun global.
Dalam kesempatan tersebut, stan Bojonegoro mendapat kunjungan dari Ketua Dekranasda Provinsi Jawa Timur, Arumi Bachsin. Kehadiran Arumi menjadi bentuk dukungan nyata dari pemerintah provinsi terhadap kreativitas dan inovasi perajin daerah.
“Terima kasih kepada Ibu Arumi Bachsin yang telah berkenan singgah dan memberikan dukungan penuh bagi karya-karya khas Bojonegoro. Kehadiran beliau menjadi suntikan semangat bagi para perajin kami untuk terus berinovasi dan meningkatkan kualitas produk,” ujar Cantika Wahono.
Pada INACRAFT 2026, Dekranasda Bojonegoro menampilkan produk-produk hasil kurasi terbaik yang memadukan nilai tradisi dengan sentuhan desain modern. Beberapa produk unggulan yang dipamerkan antara lain batik khas Bojonegoro dengan motif lokal yang sarat filosofi, kerajinan kayu dengan detail artistik, serta aneka aksesori etnik yang mengikuti tren pasar terkini.
Cantika menegaskan bahwa partisipasi dalam INACRAFT merupakan bagian dari strategi penguatan kapasitas pelaku UMKM. Melalui ajang ini, para perajin tidak hanya berkesempatan memperluas pasar dan meningkatkan penjualan, tetapi juga belajar memahami standar kualitas, kemasan, serta tren desain yang berkembang di tingkat global.
“INACRAFT bukan sekadar ajang transaksi, tetapi ruang belajar dan jejaring. Di sini para perajin dapat bertemu buyer, pelaku industri kreatif, hingga desainer dari berbagai daerah dan negara. Ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan kualitas dan daya saing,” jelasnya.
Sejalan dengan visi Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, pemberdayaan perempuan menjadi salah satu pilar utama dalam penguatan ekonomi daerah. Dekranasda berperan aktif mendorong perempuan perajin agar semakin mandiri dan produktif melalui pembinaan berkelanjutan, pelatihan desain, hingga akses pemasaran.
“Kami ingin menunjukkan bahwa karya perempuan Bojonegoro bukan hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga menjadi simbol kemandirian ekonomi keluarga dan daerah. Melalui INACRAFT, mereka belajar memperluas jejaring bisnis dan memahami dinamika pasar dunia,” pungkas Cantika.
Keikutsertaan Bojonegoro dalam INACRAFT 2026 diharapkan mampu membuka peluang kerja sama baru, meningkatkan nilai tambah produk lokal, serta memperkuat posisi kerajinan Bojonegoro sebagai bagian dari industri kreatif yang berdaya saing tinggi.(Hf)






