BOJONEGORO – Camat Kedungadem, Sahlan, menegaskan komitmennya untuk mendorong pembangunan yang berorientasi pada peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) sejak resmi menjabat pada Jumat (6/2/2026). Penegasan tersebut ia sampaikan dalam arahan perdananya di hadapan jajaran pemerintah desa, perangkat kecamatan, serta tokoh masyarakat se-Kecamatan Kedungadem.
Dalam pernyataannya pada Sabtu (7/2), Sahlan menekankan bahwa pembangunan tidak boleh hanya berfokus pada infrastruktur fisik semata. Menurutnya, peningkatan kualitas pendidikan, kesehatan, serta penguatan ketahanan keluarga harus menjadi prioritas utama agar mampu menjawab berbagai persoalan sosial dan ekonomi yang masih dihadapi masyarakat.
Ia memaparkan bahwa Kecamatan Kedungadem memiliki karakter geografis dan demografis yang cukup kompleks. Dengan jumlah penduduk sekitar 84 ribu jiwa dan wilayah yang membentang hingga kawasan perbatasan hutan, Kedungadem memiliki potensi besar sekaligus tantangan yang tidak ringan dalam pemerataan pembangunan dan pelayanan publik.
Sahlan mengungkapkan bahwa angka kemiskinan di wilayahnya masih tergolong tinggi dan memerlukan perhatian serius dari semua pihak. Selain itu, persoalan stunting dan balita dengan status gizi kurang juga masih menjadi tantangan yang harus ditangani secara terpadu dan berkelanjutan. Ia menegaskan bahwa penanganan masalah tersebut tidak bisa dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan sinergi antara pemerintah desa, tenaga kesehatan, kader posyandu, serta partisipasi aktif masyarakat.
Tak hanya persoalan ekonomi dan kesehatan, Sahlan juga menyoroti tingginya angka pernikahan usia dini dan perceraian di Kecamatan Kedungadem. Menurutnya, kondisi tersebut berdampak langsung terhadap kualitas SDM dan ketahanan keluarga. Pernikahan usia dini dinilai berpengaruh pada keberlanjutan pendidikan anak, stabilitas ekonomi rumah tangga, serta masa depan generasi muda.
Karena itu, ia meminta pemerintah desa untuk lebih aktif melakukan sosialisasi dan pendekatan persuasif kepada masyarakat, terutama terkait pentingnya pendidikan, kesiapan berumah tangga, serta penguatan ekonomi keluarga. Edukasi dinilai menjadi langkah strategis untuk mencegah persoalan sosial yang lebih luas di kemudian hari.
Di sisi lain, Sahlan menyampaikan bahwa meskipun sebagian besar infrastruktur di Kedungadem telah tersedia, masih terdapat sejumlah sarana dan prasarana yang memerlukan perbaikan dan peningkatan kualitas. Ia berharap ke depan alokasi program pembangunan dapat dilakukan secara seimbang, baik untuk pembangunan fisik maupun penguatan kapasitas masyarakat.
Dengan kolaborasi yang solid antara pemerintah kecamatan, pemerintah desa, dan seluruh elemen masyarakat, Sahlan optimistis pembangunan SDM di Kedungadem dapat berjalan optimal guna mewujudkan masyarakat yang lebih mandiri, sejahtera, dan berdaya saing.(Hf)






