Daerah  

PKP Angkatan VII Bojonegoro Berakhir: Bupati Setyo Wahono Harapkan Lahirnya Pemimpin Inovatif

imamjoss22
Fb img 1756438713875

BOJONEGORO – Bupati Bojonegoro pimpin Upacara Penutupan Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) Angkatan VII Tahun 2025. Dalam acara yang diselenggarakan di Ruang Angling Darma tersebut, Bupati Bojonegoro mengucapkan selamat dan mengapresiasi kepada seluruh peserta yang lolos seleksi hingga lulus pada Pelatihan dengan predikat memuaskan, khususnya 10 peserta dengan Peringkat Sangat Memuaskan, Kamis 28 Agustus 2025.

PKP menjadi upaya mengembangkan kompetensi manajerial yang mencakup kepemimpinan, pengendalian pekerjaan, dan pelayanan publik. Untuk menciptakan pemimpin pengawas yang inovatif, akuntabel, dan mampu mengendalikan kegiatan pelayanan publik sesuai standar.

Setyo Wanoho menekankan bahwa pemipin itu dibentuk dan persiapkan. Usai mengikuti pelatihan ini muncul pemimpin-pemimpin dengan seni manjerial yang dapat mengurai persoalan dan meningkatkan pelayanan publik.

“Saya percaya bahwa peserta dengan kategori terbaik adalah mereka yang mengikuti perkembangan zaman. Saya memiliki konsep Sosio-entreprenur, yaitu konsep pendekatan bisnis untuk menyelesaikan masalah sosial atau lingkungan melalui inovasi dan strategi wirausaha, bukan hanya sekadar mencari keuntungan, melainkan untuk menciptakan nilai sosial yang positif dan berkelanjutan bagi masyarakat. Dan kami membutuhkan Pemimpin-pemimpin yang memiliki Inovasi untuk menjalankan program.” Terang Bupati.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala BPSDM Prov Jatim yang diwakili oleh Kabid Pengembangan Kompetensi Dasar dan Managerial, Dra. Sri Rahayuningsih, M.Si. mengucapkan atas capaian seluruh peserta PKP angkatan VII tahun 2025, pembelajaran baru saja dimulai dengan menerapkan inovasi perubahan yang telah disusun.

Kita patut berbangga atas capaian inovasi yang tercapai, tapi Yang terpenting adalah kesinambungan output saat ini dapat membuahkan manfaat bagi masyarakat. Sri Rahayuningsih mengingatkan kita di era perubahan sangat cepat, kompleks dan sering tak terduga, Teknologi digital, ekspektasi publik terus meningkat, ancaman krisis, serta tuntutan efisiensi birokrasi menjadi tantangan nyata ASN. Kita harus Terus belajar jangan cepat merasa cukup, Bangun budaya kerja kolaboratif, dan Tegakkan integritas.(Pro/Guf)