BOJONEGORO – Sebanyak 10 anak usia dini berhasil meraih juara dan membawa pulang hadiah dalam lomba mewarnai rangkaian Anniversary ke-28 Persatuan Jurnalis Indonesia (PJI) yang diselenggarakan DPC PJI Bojonegoro. Pengumuman sekaligus penyerahan hadiah kepada para pemenang berlangsung pada Senin (5/10/2026) malam.
Kesepuluh anak tersebut merupakan peserta terbaik dari 620 anak Kelompok Bermain (KB) dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) se-Kecamatan Dander yang mengikuti lomba mewarnai di GOR Utama Bojonegoro pada Sabtu (3/10/2026).
Lomba mewarnai tersebut dibagi menjadi dua kategori, yakni kategori KB dan PAUD. Masing-masing kategori dipilih lima peserta terbaik yang berhak mendapatkan hadiah dan penghargaan.
Untuk kategori KB, Juara 1 diraih Salwa Hafiza Zahra dari KB Al-Irsyadiyah. Juara 2 diraih Arsaka Fathan dari KB DPW Sumbertlaseh, Juara 3 Pimpoy Putiyon dari KB Ananda Sumberarum, Juara 4 Kevin Samarta dari KB-1 Al-Muhajirin, dan Juara 5 M. Athar Ardiansyah dari KB GKD Dua Lima.
Sedangkan kategori PAUD, Juara 1 diraih Arshaka Dewa Devandra dari Pos PAUD Kamboja 1. Juara 2 diraih Muhammad Bahrus Sulthon dari Pos PAUD PKK Mojoranu, Juara 3 Jihan Ayra Pandai dari Pos PAUD Kamboja 1, Juara 4 Agnia Nanda Ad Dzkya dari Pos PAUD Sendangrejo Kare, dan Juara 5 Albirru Fachran dari Pos PAUD Ta’am Qobis Salim.
Penyerahan hadiah menjadi momen kebahagiaan bagi para pemenang bersama orang tua yang mendampingi. Apresiasi tersebut tidak hanya menjadi penghargaan atas hasil karya anak, tetapi juga diharapkan menjadi motivasi untuk terus mengembangkan bakat dan kreativitas.
Ketua HIMPAUDI Kecamatan Dander, Sri Wahyuni, S.Pd., mengapresiasi lomba mewarnai yang diselenggarakan DPC PJI Bojonegoro tersebut. Menurutnya, kegiatan ini tidak semata-mata tentang menang atau kalah, tetapi memberikan ruang bagi anak untuk belajar berekspresi dan mengembangkan kreativitas.
“Saya melihat lomba mewarnai yang diselenggarakan oleh Persatuan Jurnalis Indonesia (PJI) ini sebagai kegiatan yang positif dan perlu kita dukung untuk memberikan pengalaman yang terbaik untuk anak,” ungkap Sri Wahyuni.
Menurutnya, kepedulian insan pers terhadap dunia pendidikan anak usia dini merupakan hal positif. Kegiatan semacam ini juga dapat menjadi ruang kolaborasi antara insan pers dan pendidik PAUD dalam memberikan pengalaman edukatif kepada anak.
“Saya sangat mengapresiasi PJI yang mau turun langsung peduli pada dunia anak usia dini. Ini luar biasa. Di sini anak-anak bisa belajar berekspresi dan mengembangkan kemampuannya,” ujarnya.
Sri Wahyuni berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan. Bahkan, PJI dapat menghadirkan kegiatan edukasi jurnalistik yang dikemas sesuai dengan usia anak.
“PJI tidak hanya menggelar lomba dua jam lalu selesai. Akan lebih bermakna jika ada sesi dongeng jurnalistik atau wartawan cilik. Anak diajak bercerita tentang gambarnya. Itu deep learning-nya dapat,” tuturnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi atas kolaborasi antara PJI dengan insan pendidikan PAUD di Kecamatan Dander.
“Matur nuwun atas kolaborasinya. Semoga menjadi contoh baik kolaborasi antara jurnalis dan pendidik PAUD,” pungkasnya.
Sementara itu, Ketua Panitia kegiatan Anniversary ke-28 PJI di Bojonegoro, Heri Susilo, S.H., mengatakan lomba mewarnai merupakan salah satu rangkaian kegiatan Anniversary ke-28 PJI yang diselenggarakan DPC PJI Bojonegoro.
Menurut Heri, keikutsertaan 620 anak menunjukkan tingginya antusiasme peserta serta dukungan orang tua dan lembaga pendidikan PAUD maupun KB terhadap kegiatan tersebut.
“Tujuan diadakannya lomba mewarnai untuk KB dan PAUD ini untuk mengedukasi sekaligus memberikan ruang kepada anak-anak untuk mengembangkan kreativitasnya. Kami berharap kegiatan ini memberikan pengalaman yang menyenangkan dan memotivasi anak-anak untuk terus berprestasi,” kata Heri.
Rangkaian kegiatan Anniversary ke-28 PJI di Bojonegoro tersebut juga dihadiri Ketua Umum PJI Hartanto Boechori.
Lomba mewarnai ini menjadi salah satu bentuk kegiatan dalam memperingati Anniversary ke-28 PJI sekaligus memberikan ruang bagi anak-anak untuk menunjukkan kreativitasnya. Bagi 10 anak yang berhasil menjadi juara, hadiah yang diterima bukan hanya sebagai penghargaan, tetapi juga menjadi motivasi untuk terus berkarya dan mengembangkan bakat sejak usia dini.







