Bupati Setyo Wahono Luncurkan BERTAPPA, Perkuat Perlindungan Perempuan dan Anak

  • Bagikan

BOJONEGORO – Upaya memperkuat perlindungan perempuan dan anak di Kabupaten Bojonegoro memasuki langkah baru. Bupati Bojonegoro Setyo Wahono membuka Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengarusutamaan Gender (PUG) sekaligus meluncurkan inovasi BERTAPPA (Bersama Tegakkan Perlindungan Perempuan dan Anak) melalui Forum Kolaboratif dan Lapor Kepenak Bro.

Kegiatan tersebut berlangsung di Ruang Angling Dharmo, Gedung Pemkab Bojonegoro, Kamis (17/9/2026), dan digelar oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Bojonegoro.

Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP), Aparat Penegak Hukum (APH), perangkat daerah hingga lembaga masyarakat.

Keterlibatan lintas sektor tersebut menjadi bagian dari upaya membangun kolaborasi dalam pelaksanaan kebijakan yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat, khususnya dalam mewujudkan perlindungan dan kesetaraan.

Dalam arahannya, Bupati Setyo Wahono menegaskan bahwa Pengarusutamaan Gender bukan sekadar program administratif. Menurutnya, PUG merupakan strategi pembangunan untuk memastikan prinsip kesetaraan menjadi bagian dari setiap proses pembangunan daerah.

“Setiap warga itu memperoleh kesempatan yang setara untuk terus berkembang. Maka PUG merupakan strategi pembangunan untuk memastikan hadir kita bahwa setiap kebijakan, program, dan penganggaran memperhatikan kebutuhan, pengalaman, serta kondisi yang ada di lapangan, khususnya untuk perempuan dan laki-laki secara adil,” tegas Setyo Wahono.

Ia menekankan, keberhasilan penerapan PUG tidak dapat dilakukan oleh satu instansi saja. Dibutuhkan kerja bersama lintas sektor agar kebijakan yang disusun benar-benar mampu menjawab persoalan dan kebutuhan masyarakat.

Bupati juga mengingatkan pentingnya memastikan setiap perencanaan program berangkat dari data dan fakta objektif. Dengan demikian, kebijakan yang dihasilkan tidak berhenti pada dokumen perencanaan, tetapi dapat diterapkan serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Sementara itu, peluncuran BERTAPPA menjadi bagian dari langkah Pemkab Bojonegoro dalam memperkuat mekanisme kolaborasi serta pelayanan di bidang perlindungan perempuan dan anak.

Setyo Wahono berharap inovasi tersebut dapat mempermudah pelaksanaan intervensi di lapangan sekaligus mendorong peningkatan kualitas tata kelola pelayanan publik.

“Dengan launching ini, tentu harapannya bisa mempermudah, melaksanakan, mengimplementasikan program-program dan inovasi juga untuk menghadirkan pelayanan dan tata kelola yang semakin responsif, inklusif, mudah diakses, dan berpihak pada kepentingan masyarakat,” ujarnya.

Usai pembukaan dan peluncuran program, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan materi teknis mengenai Pengarusutamaan Gender. Materi disampaikan oleh sejumlah narasumber dari berbagai lembaga, di antaranya Fasilitator PUG Provinsi Jawa Timur, Pejabat Fungsional Perencana Ahli Madya Kementerian PPPA RI melalui Zoom Meeting, serta Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Kesetaraan Gender DP3AK Provinsi Jawa Timur.

Melalui kegiatan tersebut, Pemkab Bojonegoro menegaskan arah kebijakan pembangunan yang mengedepankan kesetaraan, perlindungan, serta keterlibatan berbagai pihak.

Peluncuran BERTAPPA sekaligus menjadi bagian dari upaya mendorong tata kelola pemerintahan yang lebih inklusif dan responsif gender, dengan perencanaan berbasis data serta berorientasi pada kebutuhan masyarakat. (Prokopim)

Penulis: ProkopimEditor: Imam Mahfud
  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *