BOJONEGORO – Pasangan Prayitno dan Prilya Wahyudi dari Tim Kapas 02 berhasil meraih juara pertama dalam Open Tournament Domino 101 Piala Panglima TNI yang digelar di Markas Kodim 0813 Bojonegoro, Minggu (27/9/2026).
Tanpa persiapan khusus, duet tersebut mampu menunjukkan ketenangan, kekompakan, dan strategi permainan hingga berhasil menaklukkan para pesaing dalam turnamen tingkat nasional tersebut.
Turnamen yang digelar hasil kolaborasi Kodim 0813 Bojonegoro bersama Federasi Olahraga Domino Indonesia (ORADO) itu berlangsung meriah dalam rangka menyemarakkan HUT ke-81 TNI tahun 2026.
Pada partai final, Tim Kapas 02 harus melalui persaingan sengit sebelum akhirnya menundukkan pasangan Nur Alim dan Pujianto dari Tim Borax Club Bubulan.
Atas kemenangan tersebut, Prayitno dan Prilya Wahyudi berhak membawa pulang hadiah utama sebesar Rp10 juta. Sementara pasangan Borax Club Bubulan sebagai runner-up memperoleh hadiah Rp7 juta.
Persaingan ketat juga terjadi dalam perebutan posisi ketiga dan keempat. Pasangan Boniman dan Hariyanto dari Dewa Anom Kedungadem berhasil mengamankan juara ketiga dengan hadiah Rp5 juta.
Sedangkan posisi keempat diraih pasangan Dandi dan Febriyanto dari Karya Mandiri Kasiman yang juga berhak mendapatkan uang pembinaan.
Usai menerima piala, Prayitno mengaku bersyukur turnamen dapat berjalan dengan tertib dan lancar. Menariknya, keberhasilan mereka tidak didapat melalui persiapan atau latihan yang berat.
“Kami sering latihan, tapi santai saja. Ini bahkan pertama kalinya kami ikut turnamen resmi. Di awal memang sempat canggung dan butuh penyesuaian, tapi setelah menemukan ritme, hasilnya sangat memuaskan,” ujar Prayitno.
Menurutnya, kunci permainan domino bukan hanya keberuntungan mendapatkan kartu bagus, tetapi juga kemampuan membangun kerja sama dan mengendalikan ego masing-masing pemain.
“Main ORADO itu murni kerja sama. Kita tidak bisa egois hanya fokus pada kartu sendiri. Kadang kita harus rela mengambil langkah mengalah demi membuka jalan dan peluang bagi pasangan,” jelasnya.
Sementara itu, Komandan Kodim (Dandim) 0813 Bojonegoro, Letkol Inf Dedy Dwi Wijayanto, menyampaikan apresiasi kepada panitia dan seluruh peserta yang telah mengikuti turnamen dengan menjunjung tinggi sportivitas.
Melihat tingginya antusiasme peserta dan masyarakat, pihak penyelenggara berencana kembali menggelar turnamen serupa pada bulan depan.
Letkol Inf Dedy mengatakan, kehadiran wadah resmi seperti ORADO diharapkan mampu mengikis stigma negatif yang selama ini melekat pada permainan domino di tengah masyarakat.
“Harapan kami, olahraga ORADO di Bojonegoro semakin berkembang. Stigma negatif bisa hilang dan berganti menjadi wadah positif untuk melahirkan atlet-atlet berprestasi,” tegasnya.
Turnamen berskala nasional tersebut digelar secara serentak di 101 kabupaten/kota se-Indonesia dengan total partisipasi lebih dari 10.000 pasangan atau tim.
Ajang ini sekaligus menunjukkan bahwa domino dapat menjadi olahraga yang mengandalkan strategi dan kemampuan berpikir. Setiap pemain dituntut jeli membaca dinamika kartu, menghitung peluang, serta mengambil keputusan secara cepat di bawah tekanan.
Lebih dari sekadar ajang adu ketangkasan dan strategi, Turnamen Domino ORADO Piala Panglima TNI juga menjadi sarana mempererat silaturahmi, membangun kebersamaan, serta memperkokoh kemanunggalan TNI bersama rakyat.


