Daerah  

110 UMKM Serbu CFD Kedungadem, Pedagang Bubur Kebanjiran Pembeli

imamjoss22
IMG 20260215 065933 copy 1057x793

BOJONEGORO – Pelaksanaan Car Free Day (CFD) di Kecamatan Kedungadem pada Minggu (15/2/2026) menjadi berkah tersendiri bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Sejak pagi hari, ratusan pengunjung memadati kawasan jantung kota, membuat lapak-lapak pedagang ramai diserbu pembeli.

Salah satu yang paling mencuri perhatian adalah lapak “Mbak Mu Terasa” yang menjajakan bubur khas Madura. Menu tradisional tersebut laris manis diburu warga yang ingin menikmati sarapan pagi usai berolahraga dan mengikuti berbagai kegiatan CFD.

Sepanjang jalur CFD, sedikitnya 110 pelaku UMKM berjejer rapi menawarkan beragam produk, mulai dari kuliner tradisional, minuman segar, jajanan kekinian, hingga aneka kerajinan. Kehadiran para pelaku usaha lokal ini menambah semarak suasana sekaligus menggerakkan roda perekonomian masyarakat Kedungadem.

Ketua panitia CFD yang juga Ketua Karang Taruna Kedungadem, Jasmo Adi Putra, mengungkapkan rasa syukur atas antusiasme masyarakat yang begitu tinggi pada pelaksanaan perdana kegiatan tersebut.

“Kami sangat bersyukur, kegiatan perdana ini mendapat sambutan luar biasa dari warga. Tidak hanya ramai peserta senam dan pengunjung, tetapi juga berdampak positif bagi 110 pelaku UMKM yang ikut berpartisipasi,” ujarnya.

Menurut Jasmo, CFD tidak hanya menjadi ajang olahraga dan hiburan masyarakat, tetapi juga wadah promosi serta pemberdayaan ekonomi lokal. Ia berharap kegiatan ini bisa terus digelar secara rutin agar semakin banyak pelaku usaha kecil yang merasakan manfaatnya.

Para pedagang pun tampak sumringah. Banyak di antara mereka yang mengaku dagangannya habis sebelum acara berakhir. Momen menjelang bulan suci Ramadhan ini sekaligus menjadi peluang emas untuk meningkatkan pendapatan dan memperkenalkan produk kepada masyarakat luas.

Dengan suksesnya gelaran perdana ini, CFD Kedungadem diharapkan menjadi agenda rutin yang mampu menghidupkan pusat kota setiap akhir pekan, sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dan kemandirian ekonomi warga.(Hf)