BOJONEGORO – Sebagai bentuk rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas hasil panen yang melimpah, masyarakat Desa Duwel, Kecamatan Kedungadem, Kabupaten Bojonegoro menggelar tradisi tahunan Sedekah Bumi, Minggu (24/5/2026).
Kegiatan yang berlangsung di kediaman Joyoboyo Gunarno, Dusun Duwel, Desa Duwel tersebut berlangsung meriah dan penuh khidmat. Acara dihadiri Kepala Desa Duwel beserta perangkat desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta warga dari Dusun Duwel dan wilayah sekitar.
Tradisi Sedekah Bumi merupakan salah satu budaya turun-temurun yang masih terus dijaga masyarakat sebagai ungkapan syukur atas rezeki dan hasil pertanian yang diberikan Tuhan, sekaligus menjadi sarana mempererat kebersamaan antarwarga.
Dalam pelaksanaannya, panitia menghadirkan kesenian tradisional Langen Tayub “Margo Laras” dari Bluluk, Kabupaten Lamongan. Pertunjukan tersebut dimeriahkan oleh empat sinden, yakni Nyi Wariati, Nyi Retno, Nyi Dita, dan Nyi Suci.
Suasana semakin semarak ketika warga turut mengikuti pagelaran beksan atau tarian tradisional yang digelar setelah doa bersama. Sejak siang hari, masyarakat tampak antusias menyaksikan rangkaian acara hingga selesai.
Kepala Desa Duwel, Ahmad Rifa’i, menyampaikan rasa syukur karena tradisi Sedekah Bumi tahun ini kembali dapat terlaksana dengan lancar dan penuh kebersamaan.
“Alhamdulillah hari ini masyarakat Desa Duwel bisa kembali menyelenggarakan Sedekah Bumi. Semoga masyarakat selalu guyup rukun, budaya leluhur tetap lestari, dan seluruh warga diberikan keberkahan,” ujarnya di sela kegiatan.
Melalui kegiatan ini, masyarakat berharap tradisi budaya lokal tetap terjaga di tengah perkembangan zaman, sekaligus menjadi pengingat pentingnya kebersamaan dan rasa syukur dalam kehidupan bermasyarakat.(Hf)






