BOJONEGORO – Sebanyak 620 anak Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan kelompok bermain se-Kecamatan Dander memeriahkan anniversary ke-28 Persatuan Jurnalis Indonesia (PJI) di Kabupaten Bojonegoro melalui lomba menggambar dan mewarnai.
Kegiatan yang menjadi salah satu rangkaian utama peringatan anniversary tersebut digelar di GOR Dabonsia, Desa Ngumpakdalem, Kecamatan Dander, Kabupaten Bojonegoro, Sabtu (3/10/2026). Sejak pagi, ratusan anak bersama guru dan orang tua telah memenuhi lokasi dengan membawa perlengkapan mewarnai.
Suasana GOR Dabonsia, Desa Ngumpakdalem, pun berubah menjadi penuh warna. Para peserta tampak antusias menuangkan kreativitas dan imajinasi mereka melalui gambar yang telah disiapkan panitia. Dengan penuh konsentrasi, anak-anak memilih warna, mewarnai setiap bagian gambar, hingga menyelesaikan karya masing-masing.
Pelaksanaan lomba dikoordinasikan oleh Sri Wahyuni, S.Pd., Ketua HIMPAUDI Kecamatan Dander. Peserta berasal dari berbagai lembaga PAUD dan kelompok bermain yang ada di wilayah Kecamatan Dander.
Sri Wahyuni mengatakan, lomba mewarnai menjadi bagian yang memberikan warna tersendiri dalam peringatan anniversary ke-28 PJI. Selain menjadi ajang kreativitas, kegiatan tersebut juga memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk belajar dan bermain dalam suasana yang menyenangkan.
Tingginya jumlah peserta yang mencapai 620 anak menunjukkan antusiasme lembaga PAUD dan kelompok bermain dalam mengikuti kegiatan yang digelar PJI. Kehadiran guru dan orang tua juga membuat suasana perlombaan semakin meriah.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang silaturahmi antara PJI, dunia pendidikan anak usia dini, keluarga, dan masyarakat. Anak-anak dapat berekspresi melalui warna, sementara para orang tua dan guru memberikan dukungan selama perlombaan berlangsung.
Kemeriahan anniversary ke-28 PJI semakin terasa dengan hadirnya Ketua Umum PJI Hartanto Boechori. Ia memberikan sambutan di hadapan pengurus dan anggota PJI, insan pers, peserta lomba, guru, orang tua, serta tamu undangan.
Dalam sambutannya, Hartanto menekankan pentingnya menjaga kekompakan dan soliditas di internal organisasi. Menurutnya, kebersamaan menjadi kekuatan penting bagi PJI dalam menjalankan berbagai program dan kegiatan.
Hartanto juga menyampaikan sejarah perjalanan PJI yang didirikan di Surabaya pada 1998. Hingga saat ini, pusat organisasi PJI tetap berada di Surabaya, Jawa Timur.
“PJI lahir di Surabaya tahun 1998 dan pusatnya saat itu di Surabaya. Sampai saat ini masih tetap berpusat di Surabaya,” kata Hartanto.
Ia menjelaskan, anggota PJI saat ini telah tersebar di berbagai daerah di Indonesia. Namun, pembentukan perwakilan PJI di daerah dilakukan melalui proses yang selektif.
“Memang tidak mudah untuk membentuk perwakilan PJI karena PJI memang selektif. PJI tidak gampang-gampang memberikan perwakilan atau memberikan mandat atau SK untuk perwakilan di daerah,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Hartanto juga memberikan apresiasi terhadap kiprah DPC PJI Bojonegoro. Menurutnya, program, kegiatan, dan keaktifan pengurus menunjukkan keseriusan dalam mengembangkan organisasi.
“PJI DPC Bojonegoro yang terbaik, baik program-programnya, kegiatannya, keaktifannya. Saat ini saya nilai terbaik,” ujarnya.
Hartanto menegaskan bahwa PJI merupakan organisasi wartawan dan jurnalis yang menjadi wadah untuk berkumpul, bertukar pengalaman, membangun jaringan, sekaligus meningkatkan kemampuan jurnalistik para anggotanya.
“PJI adalah organisasi wartawan, organisasi jurnalis. Jadi tempat berkumpulnya para wartawan, para jurnalis untuk saling mengasah,” tuturnya.
Ia juga mengingatkan seluruh anggota PJI agar terus menjaga persatuan dan komunikasi. Perbedaan di dalam organisasi, menurutnya, harus menjadi bagian dari dinamika untuk memperkuat kebersamaan.
“Saya tekankan, kekompakan ini jangan sampai luntur,” tegas Hartanto.
Sementara itu, Ketua PJI Bojonegoro menyampaikan bahwa keberadaan organisasi di daerah tidak hanya diwujudkan melalui aktivitas jurnalistik. PJI Bojonegoro juga menjalankan berbagai kegiatan sosial yang diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.
Salah satunya melalui program pemasangan listrik gratis bagi warga yang membutuhkan. Program tersebut dilakukan secara berkala dengan memberikan bantuan kepada dua penerima manfaat setiap tiga bulan.
“Setiap tiga bulan sekali, PJI Bojonegoro melakukan pemasangan listrik gratis untuk dua penerima manfaat,” ujarnya.
Selain itu, PJI Bojonegoro juga turut membantu masyarakat yang terdampak kekeringan melalui penyaluran air bersih.
“Ketika musim kekeringan, PJI Bojonegoro juga menyalurkan air bersih kepada warga yang membutuhkan,” katanya.
Lomba mewarnai menjadi salah satu kegiatan yang paling mendapat perhatian dalam rangkaian anniversary ke-28 PJI. Sebanyak 620 anak mengikuti kegiatan tersebut dengan penuh antusias.
Di bawah koordinasi Sri Wahyuni, S.Pd., kegiatan berlangsung tertib dan semarak. Anak-anak mendapatkan ruang untuk mengembangkan kreativitas sekaligus menikmati kegiatan bersama teman-teman sebaya.
Dukungan guru dan orang tua turut membuat suasana semakin hidup. Mereka mendampingi peserta sejak awal hingga lomba selesai, sekaligus memberikan semangat kepada anak-anak.
Anniversary ke-28 PJI di Bojonegoro pun tidak hanya menjadi momentum memperkuat soliditas organisasi dan silaturahmi insan pers. Kehadiran ratusan anak PAUD melalui lomba mewarnai menjadikan peringatan tersebut semakin dekat dengan dunia pendidikan dan masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, PJI Bojonegoro menunjukkan bahwa peringatan anniversary organisasi juga dapat diisi dengan kegiatan kreatif, edukatif, dan sosial yang melibatkan masyarakat secara langsung.(Hf)





